Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
ROKAN, RIAU – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) bersama jajaran manajemen PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melakukan kunjungan lapangan dalam rangka management walkthrough ke Rig PDSI#53.2 yang beroperasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan implementasi budaya keselamatan kerja dan optimalisasi kinerja operasional di sektor hulu migas.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap para pekerja rig yang disebutnya sebagai ujung tombak ketahanan energi nasional. Ia menekankan pentingnya menjadikan investasi migas sebagai prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
“Investasi di sektor migas harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan nasional. Kami berharap pada tahun 2026, target dan program pengeboran sumur bisa lebih ambisius,” ungkap Condro. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) di wilayah Rokan serta menegaskan bahwa aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) harus menjadi prioritas utama, mengingat tingginya risiko di sektor ini.
Senada dengan Condro, Komisaris Independen lainnya, Raden Adjeng Sondaryani, juga mengapresiasi kinerja para personel rig di lapangan. Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah prinsip non-negotiable yang harus ditegakkan dalam setiap aktivitas pengeboran.
“Prosedur keselamatan seperti Job Safety Analysis (JSA) dan Permit to Work (PTW) harus dipastikan tersedia dan dijalankan sebelum pekerjaan dimulai,” tegas Sondaryani. Ia juga mendorong penerapan sistem pengeboran yang lebih ramah lingkungan, seperti konsep pitless drilling yang minim dampak terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, turut menyampaikan apresiasinya terhadap tim Rig PDSI#53.2 yang telah menunjukkan performa tinggi dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi Rig PDSI#53.2 dalam Proyek IDESS. Hingga saat ini, rig tersebut telah berhasil menyelesaikan tujuh sumur dengan kinerja sangat baik dan tanpa kecelakaan kerja,” ujar Aziz.
Ia menyebut, sejak mulai beroperasi pada 28 Juni 2024, Rig PDSI#53.2 telah mencatat 298 hari kerja tanpa insiden, setara dengan 383.604 jam kerja selamat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata implementasi budaya kerja selamat melalui penerapan HSE Golden Rules—Patuh, Intervensi, dan Peduli—serta 10 Elemen CLSR dalam setiap aktivitas pengeboran.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol pengawasan dan evaluasi langsung dari Dewan Komisaris dan manajemen, tetapi juga mencerminkan sinergi kuat antar lini untuk terus meningkatkan kinerja operasional sambil menjunjung tinggi keselamatan dan keberlanjutan dalam industri migas nasional.**











