Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
BANGKA BARAT, BABEL – Di tengah menjamurnya restoran modern dan kafe kekinian, Roemah Keboen, rumah makan keluarga yang berlokasi di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, tetap eksis dan berkembang menjadi salah satu ikon kuliner lokal yang digemari lintas generasi.
Didirikan sejak tahun 2008, Roemah Keboen mengusung konsep rumah makan keluarga yang menawarkan suasana asri dan nyaman, lengkap dengan sajian khas rumahan yang autentik. Tempat ini tidak hanya menjadi tujuan kuliner bagi warga lokal, tetapi juga menarik perhatian tokoh-tokoh nasional. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, berkunjung dan makan siang di sana pada 2022 saat melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung.
“Momen itu seperti mimpi. Kami menyajikan menu andalan kami, dan beliau bilang tempe bacem kami enak,” kenang Desy Chrisdiniaty, pengelola Roemah Keboen yang merupakan generasi kedua penerus usaha keluarga tersebut.
Perkembangan Roemah Keboen tidak lepas dari peran PT Timah Tbk yang sejak awal memberikan dukungan melalui pinjaman modal usaha. Hingga kini, PT Timah juga menjadikan Roemah Keboen sebagai salah satu mitra penyedia konsumsi bagi para pekerjanya.
“Perjalanan Roemah Keboen bisa dibilang tumbuh bersama PT Timah. Selain dukungan permodalan, kami dipercaya untuk menangani jasa katering bagi karyawan PT Timah,” ujar Desy.
Roemah Keboen terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri. Menu utamanya mencakup hidangan khas Bangka Belitung seperti rusip, lempah darat, gulai iga, ikan bakar, serta aneka olahan laut. Selain itu, mereka juga mulai menawarkan menu internasional seperti steak, shabu-shabu, dan grill dengan tetap mempertahankan teknik masak tradisional tanpa bahan pengawet.
Selain fokus menjaga kualitas makanan dan pelayanan, Roemah Keboen juga mengantongi sertifikasi halal serta izin jasa boga. Tempat ini kini telah bertransformasi dari rumah tinggal menjadi restoran dengan kapasitas ratusan orang, dan memperluas layanan ke jasa katering, pesta ulang tahun, hingga acara keluarga.
Jumlah karyawan yang semula hanya sembilan orang kini bertambah menjadi 25 orang. Roemah Keboen juga memiliki pelanggan tetap dari komunitas motor, agen perjalanan, hingga wisatawan domestik dan mancanegara yang kerap mampir saat musim liburan atau perayaan tertentu.
“Kami terus berupaya menjaga kualitas rasa dan meningkatkan pelayanan dengan harga yang tetap terjangkau. Yang penting, rasa tidak berubah,” kata Desy.
Dengan desain ruang makan terbuka, suasana akrab, dan konsep yang ramah keluarga, Roemah Keboen telah menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Ia kini menjadi bagian dari identitas budaya Kota Mentok yang menggabungkan nilai tradisi, kehangatan keluarga, dan dukungan usaha lokal.
Roemah Keboen adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara pelaku usaha dan perusahaan besar seperti PT Timah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.**











