Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Di balik kokohnya operasional jasa penyeberangan nasional, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan peran strategis perempuan tangguh yang menjadi penggerak utama dalam pengambilan keputusan, manajemen, hingga transformasi layanan. Sosok-sosok ini dikenal sebagai Srikandi ASDP—perempuan profesional yang menempati posisi penting dalam ekosistem bisnis transportasi penyeberangan nasional.
Hingga awal 2025, ASDP mencatat total 4.696 karyawan, di mana sebanyak 420 orang atau sekitar 8,9% merupakan perempuan. Meskipun secara kuantitas belum dominan, peran mereka terbukti signifikan. Sebanyak 13,2% dari posisi strategis di jajaran manajemen puncak (top management) diisi oleh perempuan, mencerminkan pengakuan atas kompetensi dan kapabilitas mereka di lingkungan perusahaan.
Para Srikandi ASDP hadir di berbagai level strategis, termasuk BoD-1 dan BoD-2, dengan jabatan seperti Senior General Manager, General Manager, Vice President, hingga Manager. Mereka terlibat langsung dalam pengelolaan pelabuhan, pengembangan teknologi informasi, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, serta layanan pelanggan. Tak hanya menjalankan peran operasional, mereka juga turut menyusun dan mengimplementasikan kebijakan strategis yang menentukan arah perusahaan.
“Kontribusi para Srikandi ASDP tidak bisa dianggap remeh. Mereka adalah garda depan yang membawa perspektif baru, inovasi, serta ketangguhan dalam dinamika industri penyeberangan,” ungkap Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.
Shelvy menekankan bahwa keberadaan perempuan di berbagai lini operasional memperkuat fondasi perusahaan dalam menciptakan layanan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkualitas tinggi. Menurutnya, keberagaman gender bukan hanya persoalan keadilan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis yang berorientasi pada kinerja dan inovasi.
“Ketika perempuan diberi ruang dan kepercayaan untuk berkontribusi, hasilnya adalah budaya kerja yang lebih kolaboratif, solutif, dan humanis,” tambah Shelvy.
ASDP juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang setara dan inklusif melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia serta kebijakan terbuka dalam akses kepemimpinan tanpa memandang gender.
Capaian tersebut turut dibuktikan dengan penghargaan Great Place to Work yang diraih ASDP dari Great Place to Work Institute pada 19 Juli 2024. Berdasarkan survei internal, sebanyak 92% karyawan ASDP menyatakan merasa dihargai di tempat kerja. Pengakuan ini memperkuat reputasi ASDP sebagai perusahaan dengan budaya kerja yang Harmonis, Loyal, dan Kolaboratif.
“Kami ingin membangun ASDP sebagai perusahaan yang unggul dalam layanan dan progresif dalam budaya kerja. Para Srikandi ini adalah inspirasi bagi kita semua—bahwa kesetaraan melahirkan kekuatan. Dengan sinergi seluruh insan ASDP, kami yakin dapat mendorong transformasi layanan transportasi penyeberangan Indonesia ke arah yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” pungkas Shelvy.**











