Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung bergerak cepat setibanya di Tanah Air usai mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Yordania. Tanpa menunda waktu, Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) di Jakarta, Senin (15/4), guna memastikan ketersediaan pangan dan kelancaran distribusi pupuk nasional.
Dalam sidak tersebut, Mentan memantau langsung progres penyerapan gabah oleh Bulog serta proses distribusi pupuk bersubsidi oleh PIHC. Ia menekankan pentingnya dua hal tersebut sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan laporan yang diterima, serapan gabah oleh Bulog hingga pertengahan April 2025 telah mencapai 2.760.141,01 ton. Angka ini disebut Mentan sebagai capaian signifikan yang mendukung stabilitas pasokan beras nasional.
“Saya baru tiba dari Yordania mendampingi kunjungan Presiden Prabowo, dan langsung turun untuk memastikan ketersediaan pangan dan pupuk tetap aman. Alhamdulillah, saya bersyukur dan mengapresiasi kerja keras Bulog dan PIHC yang telah menjalankan tugas dengan sangat baik,” ujar Amran kepada awak media usai sidak.
Di lokasi terpisah, kunjungan Mentan ke kantor PIHC menyoroti pentingnya distribusi pupuk bersubsidi secara merata dan tepat waktu. Ia mengapresiasi kinerja holding pupuk tersebut yang dinilainya telah maksimal dalam menjangkau kebutuhan petani di seluruh daerah, terutama di masa tanam.
“Kita harus bergerak cepat dan kompak. Saya ingin semua pihak di sektor pangan dan pertanian bekerja dengan hati, dengan semangat melayani rakyat,” tegasnya.
Amran menambahkan, peran strategis Bulog dan PIHC menjadi bagian integral dari visi besar Presiden Prabowo dalam membangun ketahanan pangan yang kuat, berdaulat, dan berkelanjutan. Bulog berperan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sedangkan PIHC memastikan petani mendapatkan akses pupuk secara adil dan berkesinambungan.
“Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Kita harus lari cepat. Setiap hari saya pantau. Alhamdulillah, dengan tekanan yang ada, hasilnya luar biasa. Sekali lagi saya berterima kasih,” ujarnya.
Sidak ini menjadi penegasan komitmen Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Amran untuk terus responsif dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Langkah cepat dan konkret dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar petani—baik dalam hal ketersediaan pupuk maupun harga hasil panen—terlindungi dan terkendali dengan baik.**











