Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Dalam 10 tahun terakhir sedikitnya ada 95 hektar lahan pertanian di Kota Pekalongan terdampak banjir rob. Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid saat melakukan uji coba menghidupkan kembali lahan pertanian tersebut di Kelurahan Krapayak bersama Dinas pertanian dan jajaran Kodim setempat.
“Bertahun-tahun Lahan seluas ini mati karena terendam banjir rob, hari ini kita bekerjasama dengan Kodim Pekalongan mencoba menghidupkan kembali agar pertanian kembali hidup dan produktif,” ujar walikota di lokasi, Jum’at (21/6/2024).
Ia menyebut uji coba menghidupkan kembali lahan pertanian di lokasi bekas terendam banjir dan rob tersebut pada tahap awal seluas lima hektar. Lahan ini diupayakan agar bisa ditanami kembali.
Pihaknya dalam upaya itu melakukan dengar pendapat dengan para petani dimana muncul usulan untuk memperbaiki saluran air sebagai sumber pengairan dan akses pupuk yang luas.
“Kemudian juga ada masukan agar bibit pertanian seperti padi yang bakal ditanam juga harus berbeda karena ada syarat harus tahan air payau karena bekas intrusi air laut,” jelasnya.
Untuk mendukung pemulihan lahan pertanian bekas terendam banjir dan rob maupun yang masih tergenang telah disiapkan tiga unit traktor guna mengolah areal seluas lima hektar.
Di sisi lain Komandan Kodim (Dandim) 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan kolaborasi TNI dengan Dinas Pertanian dan Pangan sebagai upaya ketahanan pangan karena pertanian adalah suplai kebutuhan pangan masyarakat.
“Kita usahakan pertanian di Kota Pekalongan bisa bangkit kembali agar petani bisa menghasilkan padi dan untuk mendukung itu sudah disiapkan peralatan dan tenaga ahli,” bebernya.
Pihaknya siap menambah peralatan pertanian seperti traktor untuk mempercepat pengolahan lahan karena target yang dipatok lima hektar sudah harus selesai sebelum memasuki musim penghujan agar pada saat musim tanam nanti bisa diujicoba.
“Nanti penanaman dilakukan bersama petani setempat dibawah pengawasan tenaga ahli,” tutupnya.*








