Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan seluruh kantor kelurahan dan kecamatan untuk segera melakukan pembenahan terhadap pelayanan publik, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, pada Senin (8/9/2025).
Temuan yang menjadi sorotan adalah sejumlah pegawai yang datang terlambat dan pelayanan publik yang belum berjalan optimal meski waktu kerja telah dimulai.
Hal itu disampaikan Eri dalam pengarahan khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Selasa (9/9/2025), di Balai Kota Surabaya.
“Mulai hari ini kita betul-betul harus mengubah cara kerja kita, khususnya dalam pelayanan publik di tingkat kelurahan. Saya selalu menekankan, siapapun bisa bekerja di manapun, kecuali di unit yang menangani pelayanan langsung kepada masyarakat. Kalau jam kerja dimulai pukul 07.30 WIB, maka pemimpinnya harus datang sebelum itu,” tegas Wali Kota Eri.
Menurutnya, seorang lurah atau camat memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin layanan yang harus memberi contoh disiplin kepada jajarannya. Ia menekankan bahwa keterlambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak bisa ditoleransi.
“Saya dapat laporan warga datang ingin mengurus KTP tapi kantor belum buka. Bahkan saat saya sidak, ada pegawai yang masih sisiran. Ini kantor negara, digaji dari uang rakyat. Kalau tidak mau melayani, lebih baik mundur,” ujarnya dengan nada tegas.
Selain soal kedisiplinan waktu, Eri juga menyoroti penampilan pegawai saat bertugas. Ia meminta agar ada sanksi tegas bagi pegawai yang datang mengenakan sandal saat jam kerja dimulai.
“Kalau datang sebelum pukul 07.30 WIB pakai sandal lalu ganti sepatu, itu masih bisa ditoleransi. Tapi kalau datang jam 07.30 masih pakai sandal, harus diberi sanksi. Penampilan juga bagian dari profesionalisme dalam melayani masyarakat,” katanya.
Arahan tegas ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di level paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Eri berharap seluruh ASN, khususnya di kelurahan dan kecamatan, lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima.**

