Wamenkes RI Kunjungi Puskesmas Kedurus dan Balai RW 12 Kebraon, Bahas Pencegahan Penyakit Paru di Permukiman Padat

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SURABAYA, JATIM – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja perdana di Kota Surabaya pada Senin (27/10/2025). Dalam agenda tersebut, Wamenkes meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Kedurus, kemudian melanjutkan kunjungan ke Balai RW 12, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya.

Kunjungan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Camat Karangpilang Ipong Wisnoe Wardono, MM, Lurah Kebraon Distiani Dwi Astutik, SH, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Polsek Karangpilang, dan Koramil Karangpilang. Turut hadir pula Kepala Puskesmas Kedurus beserta jajaran tenaga kesehatan setempat.

Dalam dialog bersama para kader kesehatan dan ibu-ibu PKK dari RW 1 hingga RW 13 Kelurahan Kebraon, Wamenkes Benjamin—yang juga dikenal sebagai dokter spesialis paru—menyoroti tingginya kasus penyakit paru, termasuk tuberkulosis (TBC), di kawasan padat penduduk.

“Penyakit paru banyak berkembang di wilayah dengan rumah berhimpitan, sirkulasi udara kurang baik, dan minim paparan sinar matahari. Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat,” ujar Benjamin di hadapan para kader kesehatan.

Ia mengingatkan pentingnya peran kader dan ibu-ibu PKK untuk aktif melakukan kunjungan rumah (home visit) guna memantau kondisi kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit paru.

“Kami berharap kader kesehatan dapat berperan lebih aktif mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi tentang pentingnya ventilasi, kebersihan lingkungan, dan pemeriksaan rutin. Indonesia saat ini masih berada di posisi kedua dunia dengan jumlah penderita penyakit paru terbanyak setelah India,” tegasnya.

Sebagai dokter spesialis paru, Benjamin menegaskan bahwa salah satu prioritas Kementerian Kesehatan adalah percepatan eliminasi TBC melalui penguatan sistem pelayanan primer, pelatihan tenaga kesehatan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Kami di Kementerian Kesehatan berkomitmen mempercepat eliminasi TBC. Program ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk memastikan Indonesia bebas dari penyakit paru dan TBC,” ungkapnya kepada jurnalis Sorotnews.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama kader kesehatan, serta peninjauan langsung fasilitas pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat di lingkungan RW 12 Kelurahan Kebraon.**

Pos terkait