Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi menutup rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel RylichM Panorama, Kota Sorong, dengan mengusung tema “Papua Barat Daya Cerdas melalui Penataan Tata Kelola Pembangunan yang Maju, Inovatif dan Berdaya Saing”, Selasa (20/5).
Forum strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP), Organisasi Perangkat Daerah, pengelola sumber dana Otsus, serta Bappeda/Bappedalitbangda dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan berbasis dana Otsus yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat Papua Barat Daya. Setelah melalui proses yang mencakup arahan gubernur, paparan dari para pejabat kementerian/lembaga, serta diskusi panel lintas sektor, maka Musrenbang Otsus Tahun 2026 menetapkan beberapa kesepakatan penting yaitu :
KESATU:
Disepakati alokasi pagu indikatif dana Otsus Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 sebagai berikut:
1. Block Grant sebesar Rp 173.128.116.000
2. Specific Grant sebesar Rp 209.527.135.000
3. Dana Tambahan Infrastruktur sebesar Rp 126.046.105.000
4. Dana Bagi Hasil Migas Otsus sebesar Rp 55.493.267.700
KEDUA:
Usulan Rencana Anggaran dan Program (RAP) Otsus dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya dengan alokasi sebagai berikut:
1. Papua Sehat: Rp 1.090.651.901.974
2. Papua Cerdas: Rp 259.238.000.000
3. Papua Produktif: Rp 1.487.187.810.000
KETIGA:
Berita acara Musrenbang ini akan dijadikan dasar penyusunan Rencana Anggaran dan Program Otsus Tahun Anggaran 2026.
Dalam pidato penutupannya, Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, menegaskan bahwa tema besar Musrenbang bukan sekadar slogan, tetapi panggilan kolektif untuk mempercepat transformasi tata kelola pembangunan yang lebih responsif, berbasis data, dan berpihak kepada masyarakat akar rumput.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan untuk menjadikan hasil Musrenbang ini sebagai komitmen bersama. Mari lanjutkan kerja-kerja perencanaan dengan semangat kolaboratif, profesionalisme, dan dedikasi. Kualitas perencanaan hari ini akan menentukan kualitas hidup rakyat Papua Barat Daya di masa depan,” tegas Gubernur Elisa Kambu.
Lima Arahan Strategis Gubernur:
1. Musrenbang bukan sekadar seremoni, melainkan forum strategis untuk menyatukan visi pembangunan dan pengalokasian sumber daya secara efektif.
2. Konsistensi dalam pengawalan hasil Musrenbang ke Rancangan Akhir RKPD 2026 dan penyelarasan dengan RKP Nasional.
3. Penggunaan SIPD sebagai alat utama integrasi dan pengendalian pembangunan.
4. Pembangunan lintas sektor dan lintas level pemerintahan melalui sinergi dan gotong royong.
5. Partisipasi masyarakat dan nilai-nilai lokal harus diperkuat demi arah pembangunan yang inklusif dan bermakna.
Musrenbang Otsus 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mengakselerasi pembangunan daerah berbasis otonomi khusus secara lebih inklusif, terencana, dan berorientasi hasil.**











