Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Tiang Besi Provider Dinilai Ganggu Estetika Rangkasbitung, Legalitas Dipertanyakan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Nengsih. 

LEBAK, BANTEN – Keberadaan tiang-tiang besi milik provider telekomunikasi di sejumlah titik di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, menuai keluhan dari warga. Tiang-tiang tersebut dinilai merusak estetika kawasan dan menimbulkan kesan kumuh.

Salah satu warga Kampung Leuwiranji, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Oki, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, keberadaan tiang besi dan kabel yang menjuntai tidak tertata rapi mengganggu pemandangan lingkungan.

“Dilihatnya enggak enak dipandang. Tiangnya asal pasang, kabelnya semrawut,” ujar Oki kepada wartawan saat ditemui pada Jumat (23/5/2025).

Oki berharap pemerintah daerah atau instansi terkait segera mengambil langkah tegas untuk membenahi pemasangan infrastruktur tersebut, agar kawasan Rangkasbitung tetap terlihat rapi, nyaman, dan tertata.

“Kalau bisa dibenahi dan ditata ulang, biar Rangkasbitung ini terlihat lebih baik. Warga pasti senang kalau lingkungannya enak dilihat,” tambahnya.

Menanggapi persoalan ini, wartawan mencoba mengonfirmasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak terkait legalitas dan izin pemasangan tiang-tiang besi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Lebak, Yani, belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan. Hal ini memunculkan pertanyaan dari publik mengenai sejauh mana proses perizinan telah ditempuh oleh pihak provider, serta apakah pemasangan tiang-tiang tersebut telah sesuai dengan regulasi tata ruang dan estetika lingkungan yang berlaku.

Warga berharap Pemkab Lebak segera turun tangan untuk menertibkan dan mengevaluasi keberadaan tiang-tiang tersebut, sekaligus meninjau ulang sistem perizinan yang diberikan kepada provider.

Penataan infrastruktur publik yang rapi dan sesuai aturan dinilai penting untuk menjaga keindahan kota sekaligus kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.**