Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Teluk Bintuni meluncurkan dua program inovatif yang menggabungkan kepedulian terhadap pendidikan dan pelestarian lingkungan. Program tersebut diberi nama “Perpustakaan Apung Tantya Sudhirajati” dan “SIDULMANGBIN (Polisi Peduli Mangrove Bintuni)”.
Kegiatan peluncuran program berlangsung pada Sabtu (26/7/2025), dan disampaikan langsung oleh Kasat Polairud IPDA Safril, S.H., mewakili Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K.. Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polri untuk tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial, edukatif, dan pelestarian lingkungan hidup.
1. Perpustakaan Apung “Tantya Sudhirajati”
Program ini merupakan bentuk inovasi literasi Sat Polairud dengan menghadirkan perpustakaan terapung yang berlayar ke kampung-kampung pesisir di wilayah Teluk Bintuni. Perpustakaan apung ini menyediakan beragam koleksi buku, mulai dari buku pelajaran, pengetahuan umum, hingga referensi khusus mengenai lingkungan dan ekosistem mangrove.
“Tujuan utama kami adalah memperluas akses literasi bagi siswa-siswi di daerah pesisir yang sulit dijangkau. Selain itu, kami ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar IPDA Safril.
2. SIDULMANGBIN – Polisi Peduli Mangrove Bintuni
Melalui program SIDULMANGBIN, Sat Polairud mengambil langkah konkret dalam konservasi hutan mangrove, yang merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir di Teluk Bintuni. Program ini mencakup pembuatan Taman Pembibitan Mangrove, edukasi kepada pelajar tentang jenis-jenis mangrove, teknik pembibitan, serta peran vital mangrove dalam mitigasi bencana alam dan perlindungan biota laut.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program edukasi lapangan untuk siswa sekolah, yang dirancang agar interaktif dan menyenangkan.
“Kami libatkan generasi muda agar mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari praktik langsung di lapangan. Mangrove bukan hanya tumbuhan pesisir, tapi benteng alam bagi daerah kita,” terang Safril.
Kedua program tersebut mencerminkan semangat Polri yang lebih humanis dan proaktif dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat, khususnya dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan peduli lingkungan.
“Kami berharap kehadiran Sat Polairud tak hanya dirasakan saat menjaga perairan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan akses pendidikan dan lingkungan hidup yang lestari,” tutup IPDA Safril.
Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, Sat Polairud Polres Teluk Bintuni terus menunjukkan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus pelopor perubahan di wilayah pesisir Papua Barat.**








