Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SIDOARJO, JATIM – Tragedi robohnya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyisakan duka mendalam. Seorang santri baru asal Bangkalan, Madura, dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Korban diketahui bernama Maulana Alvan Ibrahimavic (14), warga Kampung Tangkel, Desa Lomaer, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Jenazah Alvan telah dipulangkan ke kampung halamannya dan dimakamkan pada Selasa dini hari (30/9/2025).
Kapolsek Blega, AKP Moh Syamsuri, membenarkan bahwa korban merupakan warga Kecamatan Blega. Informasi awal diterima pihaknya pada Senin malam sekitar pukul 21.01 WIB, terkait adanya salah satu korban musala ambruk yang berasal dari wilayah hukumnya.
“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah kami verifikasi, ternyata benar bahwa korban merupakan warga Desa Lomaer, Blega,” kata AKP Syamsuri kepada Sorotnews.co.id, Selasa (30/9/2025).
Jenazah Alvan tiba di rumah duka sekitar pukul 00.15 WIB dini hari. Proses pemulangan dilakukan dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
“Tadi malam kami melakukan pengawalan dari lokasi kedatangan jenazah di Blega hingga ke rumah duka. Jenazah juga sudah dalam kondisi disucikan dan dikafani saat tiba,” jelasnya.
AKP Syamsuri menambahkan, korban adalah anak sulung dari pasangan Rizal Maulana dan Siti Warda. Alvan diketahui baru saja lulus dari sekolah dasar dan mulai mondok di Ponpes Al Khoziny sekitar empat bulan lalu.
“Korban merupakan santri baru. Dia baru sekitar empat bulan menjadi santri di pondok tersebut,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih dalam kondisi terpukul atas kepergian putra mereka yang mendadak. Pihak kepolisian pun berencana kembali mengunjungi keluarga korban untuk memberikan dukungan dan pendampingan lebih lanjut.
“Tadi malam belum bisa banyak berbincang dengan keluarga karena mereka masih sangat syok. Hari ini kami akan kembali ke sana,” tandas AKP Syamsuri.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pondok pesantren terkait penyebab pasti ambruknya musala yang merenggut nyawa Alvan. Namun, pihak berwenang dipastikan akan melakukan investigasi untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan insiden tragis tersebut.**








