Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
BIAK, PAPUA — Praktik perjudian togel (toto gelap) kembali mempermalukan wajah penegakan hukum di Kabupaten Biak Numfor. Dua lapak penjualan togel diduga beroperasi secara terang-terangan di kawasan perempatan pohon beringin Pasar Lama Biak—hanya sekitar 50 meter dari Markas Polres Biak Numfor. Situasi ini memicu kemarahan publik yang menilai penertiban hukum seolah lumpuh di hadapan bisnis ilegal tersebut.
Pantauan awak media pada Senin (18/11/2025) menemukan satu lapak yang secara terbuka melayani pemasangan nomor togel di ruang publik tanpa menunjukkan rasa khawatir sedikit pun terhadap potensi penindakan aparat. Aktivitas ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran sekaligus lemahnya fungsi pengawasan institusi penegak hukum di tingkat lokal.
Observasi lapangan juga mengungkap bahwa jaringan togel di Kota Biak diduga beroperasi secara terstruktur dan terkoordinasi. Setiap hari terdapat enam pasaran aktif—Hosaki, Comboja, Sidney, Singapur, Brasil, dan Hongkong—menunjukkan skala operasi yang besar dan tersusun rapi.
Nama yang kembali mencuat dalam dugaan pengendalian jaringan tersebut adalah Winsen, sosok yang disebut beroperasi dari Kompleks UK Kelurahan Samofa, Distrik Biak Kota. Figur ini diduga memiliki pengaruh kuat yang membuat aktivitas jaringan tetap berlangsung meskipun berada di dekat institusi kepolisian. Keberanian mengoperasikan lapak yang begitu dekat dengan markas aparat dianggap memperkuat dugaan adanya “pelindung” yang membuat jaringan sulit disentuh penegak hukum.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat BARAPEN Papua, Edison Suebu, menyampaikan kecaman keras terhadap kondisi ini. Ia menilai keberadaan aktivitas perjudian hanya puluhan meter dari Polres Biak Numfor merupakan tamparan bagi institusi penegak hukum dan mencerminkan persoalan serius dalam sistem pengawasan internal.
“Ini bukan lagi kelalaian. Ini pembiaran yang sangat memalukan. Bagaimana mungkin aktivitas 303 berlangsung di depan mata aparat? Masyarakat menuntut tindakan nyata, bukan alasan,” tegas Edison.**








