Laporan wartawan sorotnews.co.id : Samuel Sauwyar.
NABIRE, PAPUA TENGAH — Usai resmi dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan kuat kepada seluruh masyarakat Nabire untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan keamanan daerah. Dalam wawancara usai prosesi adat, ia menegaskan bahwa Nabire adalah “rumah bersama” bagi semua warga tanpa memandang latar belakang suku maupun asal.
“Mari kita bangun Nabire sebagai rumah kita bersama. Kita jaga hubungan kita, komunikasi kita, dan kita tolak segala bentuk begal, diskriminasi, dan tindakan yang mengganggu kamtibmas,” ujar Otis Monei.
Otis menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan peran kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan itu tercipta dari kita sendiri. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Nabire untuk ikut menjaga keamanan bersama-sama. Satu harapan kita: Nabire lebih baik, Papua Tengah lebih aman,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen Suku Wate dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati serta mendukung seluruh program pembangunan pemerintah di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
“Kami Suku Wate akan selalu mendukung program pemerintah demi kemajuan daerah dan menjaga segala hal yang bertentangan dengan kepentingan negara,” tegasnya.
Prosesi Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate berlangsung meriah dan penuh nuansa kebangsaan. Warna Merah Putih mendominasi seluruh area acara.
Baliho utama di panggung hanya menampilkan dua warna: Merah dan Putih. Tenda-tenda tamu, bagian depan hingga samping, juga dihiasi warna serupa. Bendera Merah Putih berderet dan berkibar dari area acara di Taman Gizi Oyehe hingga wilayah Siriwini.
Truk-truk pengangkut siswa-siswi YPBI Sion Nabire Samabusa yang ikut mengiringi arak-arakan penobatan turut dihiasi bendera Merah Putih. Saat marga-marga Wate — Warai, Monei, Raiki, Taeamori, Hao, Hai, Wai, dan Borotai — disebutkan dalam prosesi, perwakilan masing-masing berdiri sambil mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan penghormatan.
Acara pengukuhan dan penobatan yang digelar di Taman Gizi Oyehe berjalan aman, tertib, dan sukses. Seluruh rangkaian prosesi berlangsung meriah tanpa hambatan. Panitia pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena berhasil melaksanakan acara adat yang sakral ini dengan baik.
Kesuksesan acara tak lepas dari persiapan matang melalui sejumlah rapat dan pertemuan panitia sejak tahap awal hingga hari pelaksanaan.
Sekretaris Panitia Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Daud Monei, S.I.P., memberikan laporan resmi mengenai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Wate Tahun 2025 serta sumber pendanaan kegiatan.
Menurut Daud, kegiatan Mubes hingga puncak penobatan dapat terlaksana berkat kontribusi berbagai pihak, di antaranya: Sumbangan Masyarakat Adat Kampung Samabusa; Bantuan Pemerintah Provinsi Papua Tengah; Sumbangan dari sejumlah tokoh masyarakat.
Dana tersebut digunakan untuk seluruh tahapan, mulai dari proses pemilihan, penetapan, hingga acara puncak penobatan.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, sehingga musyawarah besar dan penobatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Daud.**











