Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo, S.I.K., M.AP., bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., menghadiri kegiatan pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar di Gedung Bulog Sorong, Selasa (9/12/2025) siang. Agenda ini terhubung secara virtual dengan Kapolri yang memantau langsung proses pendistribusian serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bulog Kantor Cabang Sorong wilayah Papua Barat Daya, Riyadi Muslim; Kepala Dinas Sosial Papua Barat Daya, Beatriks Msiren, S.E.; serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan tamu undangan lainnya.
Melalui konferensi video, Kapolri memonitor kelancaran distribusi beras SPHP sebagai bagian dari langkah nasional menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat. Program SPHP menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menekan gejolak harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Gatot Haribowo dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmen Polri untuk mengawal penuh proses distribusi beras SPHP di wilayah Papua Barat Daya agar tepat sasaran dan berjalan tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian siap bersinergi dengan pemerintah dan Bulog demi menjaga ketahanan pangan daerah.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu juga memberikan apresiasi terhadap sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan Polri. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini sangat penting dalam memastikan pasokan pangan tetap aman, khususnya di tengah fluktuasi harga beras yang dirasakan masyarakat.
“Kami berharap pendistribusian beras SPHP ini benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat serta para pemangku kepentingan yang hadir. Program ini diharapkan dapat terus berkelanjutan demi menjaga kestabilan pangan di Papua Barat Daya.**











