Laporan wartawan sorotnews.co.id : Fie.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Sejarah baru tercatat di Kota Batik. Bertepatan dengan malam penuh kemuliaan, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kamis malam (15/1/2026), Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid melakukan langkah besar dengan merombak struktur pemerintahan secara menyeluruh.
Sebanyak 37 pejabat strategis resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi penanda dimulainya era baru pembangunan Kota Pekalongan yang lebih progresif, cepat, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Langkah berani tersebut disebut sebagai strategi *penyegaran total* untuk memperkuat kinerja birokrasi. Wali Kota menegaskan bahwa rotasi dan promosi ini dilakukan demi memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sejumlah posisi kunci kini diisi oleh wajah-wajah baru yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang sejalan dengan arah pembangunan kota. Chaeruddin dipercaya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan tugas besar membenahi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Sementara itu, sektor pendidikan kini dinakhodai Mabruri sebagai Kepala Dinas Pendidikan, membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Pekalongan.
Di bidang literasi, Ghufron mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Perpustakaan, diharapkan mampu menggerakkan budaya baca di tengah masyarakat. Teguh ditunjuk sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), mengemban peran penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Tubagus Muhammad Sadaruddin dipercaya menjadi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) sebagai ujung tombak komunikasi publik pemerintah, sementara Muslich memperkuat tata kelola internal sebagai Kepala Bagian Umum.
Pemilihan waktu pelantikan pada malam Isra Mi’raj bukan tanpa makna. Wali Kota menilai momentum tersebut sebagai simbol perjalanan spiritual menuju arah yang lebih tinggi dan lebih baik. Ia berharap nilai-nilai keteladanan, kejujuran, dan tanggung jawab dapat melekat pada setiap pejabat yang dilantik.
“Ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan inovatif. Dengan wajah baru dan energi baru, saya berharap seluruh jajaran bisa langsung tancap gas, *gas poll*, demi Pekalongan yang jauh lebih maju,” tegas Wali Kota dalam sambutannya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Pekalongan siap berlari lebih kencang mengejar target-target pembangunan tahun 2026. Kini, harapan besar masyarakat bertumpu di pundak para pejabat baru agar perubahan nyata benar-benar dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.**











