Ikhtiar KPU Kota Pekalongan, Demi Pemilu 2029 yang Berkualitas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Lutfi. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Demi mengantisipasi terjadinya anomali dan carut-marut data pemilih, KPU Kota Pekalongan mengambil langkah preventif yang cukup progresif. Mereka tengah gencar melakukan verifikasi faktual guna mendata jumlah riil pemilih. Upaya ini dilakukan sebagai pilar utama untuk memastikan Pemilu 2029 dapat berjalan secara demokratis, akuntabel, dan sesuai dengan ekspektasi publik.

Berdasarkan Rapat Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan yang digelar oleh KPU Kota Pekalongan pada Kamis (2/4), saat ini jumlah pemilih yang tercatat di Kota Batik tersebut mencapai 232.225 orang.
Komisioner KPU Kota Pekalongan, Mursyid Salimi, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk melakukan pemutakhiran data secara simultan dan berkesinambungan menyongsong kontestasi politik di tahun 2029 nanti.

“Ini adalah potret data dari hasil pendataan di semester pertama yang mencatat ada 232.225 orang pemilih,” ungkap Mursyid.

Namun, angka tersebut tidak bersifat statis. Mursyid menambahkan bahwa fluktuasi data sangat mungkin terjadi mengingat pelaksanaan Pemilu masih menyisakan waktu sekitar tiga tahun lagi. Perubahan elemen data akibat adanya pemilih pemula yang baru memasuki usia hak pilih, perpindahan domisili, hingga angka mortalitas (kematian) akan terus memengaruhi grafik daftar pemilih ini.

“Kami terus melakukan update data secara berkala sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya partisipasi aktif dan pengawasan diskursif dari masyarakat untuk bersama-sama mencermati serta mengawal validitas data yang disajikan oleh KPU,” pungkasnya.

Langkah KPU ini pada hakikatnya bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan sebuah upaya sistematis untuk menegakkan prinsip one person, one vote, one value demi menjaga kesucian hak pilih setiap warga negara.**

Pos terkait