Laporan wartawan sorotnews.co.id : Lutfi.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Suasana khidmat menyelimuti Aula KBIH Aisyiyah Kota Pekalongan saat Achmad Afzan Arslan Djunaid secara resmi melepas 67 jemaah haji KBIH Aisyiyah, beberapa hari lalu. Prosesi pelepasan internal ini menjadi momen awal yang sarat makna, menandai langkah pertama para calon tamu Allah sebelum keberangkatan kolektif yang dijadwalkan oleh Pemerintah Kota di GOR Jetayu pada 25 April mendatang.
Raut haru dan kekhusyukan tampak jelas di wajah para jemaah yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh penghayatan. Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan sebuah ritus peralihan spiritual menuju perjalanan suci ke Tanah Suci. Di ruang tersebut, doa dan harapan berpadu, mengiringi kesiapan lahir dan batin para jemaah dalam menyongsong ibadah haji.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama serta pengurus Muhammadiyah, yang menegaskan dukungan institusional terhadap pembinaan spiritual umat. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dalam memperkuat kualitas ibadah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketahanan mental selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan geografis, tetapi juga proses transformasi diri yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan dedikasi tinggi.
“Perjalanan ini adalah perjalanan spiritual yang akan menguji sekaligus membentuk karakter,” pesannya di hadapan para jemaah.
Selain itu, ia juga memanjatkan doa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah. Harapan besar disampaikan agar mereka dapat kembali ke Kota Pekalongan dengan predikat haji yang mabrur, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci ke tengah kehidupan masyarakat.
Pelepasan ini menjadi penanda awal perjalanan panjang menuju kesalehan personal dan sosial. Pemerintah berharap, sepulang dari ibadah haji, para jemaah tidak hanya mengalami perubahan spiritual secara individu, tetapi juga mampu menjadi teladan dan agen kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.**








