Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Gol C Di Batang Terkesan Ugal-Ugalan, Bengkok Desa Diserobot

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

BATANG, JATENG – Aksi penambangan gol C ilegal di Batang, Jawa Tengah, kian meresahkan. Meski tidak dibekali izin, dalam menjalankan aksinya terkadang sampai nekat menyerobot lahan desa.

Seperti yang pernah terjadi di Desa Sukomangli, Kecamatan Reban. Penambangan sempat menerabas tanah bengkok desa hingga pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang turun tangan.

Kasi Intel Kejari Batang, Ridwan G Natasukmana membenarkan insiden tersebut pernah terjadi beberapa waktu lalu dan sempat diviralkan oleh perangkat desa setempat.

“Benar kejadianya seperti itu. Kemudian kami tanyakan posisinya bagaimana karena menurut Kades, itu tidak sepengetahuan pihak desa,” ungkap Ridwan di kantornya, Rabu (2/11/2022).

Ridwan menjelaskan adanya galian C itu murni kerjasama dengan warga yang menyewakan lahanya untuk diambil batu atau tanahnya. Istilahnya merelokasi batu agar memudahkan bila digunakan sebagai pertanian.

Pihaknya tidak terlalu menggali keterangan lebih jauh karena memang pihak desa tidak terlibat kerjasama dengan penambang gol C. Buktinya vidio tersebut sengaja diviralkan oleh perangkat agar semua tahu.

“Mereka (pihak desa) tanpa beban memviralkan vidio penyerobotan lahan meski baru tiga meteran luasnya,” jelas Ridwan.

Ridwan juga mengaku tidak terlalu jauh masuk mendalami kasus tersebut karena tidak ada unsur gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangan dari pihak desa.

“Kalau terbukti ada gratifikasi ke desa atau aktivitas gol C atas sepengetahuan desa sebagai penyelenggara negara baik pemberian izin maupun kerjasama maka itu masuk bidikan kami,” terang Ridwan.

Sebelumnya Kades Sukomangli, Wahyudi menuturkan bahwa dirinya sempat dipanggil Kejari Batang terkait tanah bengkok milik salah satu Kadus yang diserobot penambang gol C.

“Yang diserobot itu bengkoknya Kadus Merjosari atau Kadus 2. Saya kesana (Kejari Batang) bawa bukti kepemilikan,” ungkap Wahyudi.

Pihaknya pun pernah berusaha mengundang pemilik galian C untuk datang ke desa dan mereka juga berjanji akan memenuhi panggilan namun tak pernah datang.

“Ada empat orang terlibat dalam operasional galian C di situ dan setahu saya yang bertanggungjawab inisialnya ST,” tutur Wahyudi.