Akses Jalan ke TPU Rufei Rusak Parah, Warga Sorong Nilai Pemkot Lalai dan Tidak Berpihak pada Kemanusiaan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD – Kondisi Jalan Danau Umbuta di Kelurahan Rufei, Kota Sorong, Papua Barat Daya, menuai kecaman keras dari masyarakat. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rufei tersebut hingga kini dibiarkan rusak parah tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kota Sorong.

Kerusakan jalan yang dipenuhi lumpur dan lubang itu dinilai sangat menyulitkan warga, terutama saat prosesi pemakaman. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat akses kendaraan jenazah, tetapi juga membahayakan keselamatan keluarga duka dan para peziarah.

Tokoh pemuda Kompleks Jalan Danau Umbuta, Oktovianus Baru, menilai sikap pemerintah sebagai bentuk kelalaian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat serta tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ini bukan sekadar jalan lingkungan, tetapi akses utama menuju TPU. Setiap kali ada warga meninggal, keluarga harus menanggung penderitaan ganda, kehilangan orang tercinta dan dipaksa melewati jalan rusak, berlumpur, serta berisiko kecelakaan. Pemerintah benar-benar abai,” tegas Oktovianus Baru, Sabtu (24/1/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi jalan tersebut telah rusak selama bertahun-tahun tanpa solusi konkret. Berbagai keluhan dan aspirasi warga yang disampaikan kepada pemerintah daerah, menurutnya, hanya berujung pada janji tanpa realisasi.

Ironisnya, di tengah sikap diam Pemerintah Kota Sorong, masyarakat justru terpaksa mengambil alih peran negara. Warga secara swadaya mengumpulkan material seperti semen, pasir, dan kerikil untuk menambal jalan agar dapat dilalui kendaraan jenazah dan masyarakat yang berziarah.

“Seharusnya negara hadir untuk menjamin kebutuhan dasar warganya. Namun yang terjadi, masyarakat dipaksa mengurus sendiri persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini sangat memalukan bagi Pemerintah Daerah,” ujarnya dengan nada geram.

Oktovianus Baru menegaskan bahwa upaya swadaya warga tidak boleh dijadikan alasan pembenaran bagi pemerintah untuk terus lepas tangan. Keterbatasan anggaran masyarakat menyebabkan perbaikan dilakukan secara darurat dan jauh dari standar keselamatan yang layak.

“Jika pemerintah terus menutup mata, itu sama saja membiarkan rakyatnya menderita. Jalan ini menyangkut martabat manusia, bukan proyek yang bisa ditunda-tunda,” katanya.

Ia mendesak Wali Kota Sorong beserta dinas teknis terkait agar segera turun langsung ke lapangan, menghentikan sikap pembiaran, serta mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan permanen Jalan Danau Umbuta.

“Jangan menunggu jatuhnya korban atau kecelakaan baru bertindak. Pemerintah seharusnya malu jika urusan pemakaman saja rakyat harus berjuang sendiri,” pungkasnya.**

Pos terkait