Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Try.
SURABAYA, JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggencarkan penertiban aktivitas pemulung di dalam Tempat Penampungan Sementara (TPS), menyusul meningkatnya harga plastik yang melebihi 40 persen.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa meski harga plastik melonjak, volume sampah yang masuk ke TPS hingga kini belum menunjukkan penurunan.
“Sebaliknya, fenomena kenaikan harga tersebut justru memicu para pemulung untuk lebih masif memilah sampah bernilai ekonomis langsung di lokasi penampungan.
Masih banyak sampah plastik yang kami temukan di lapangan. Kemudian juga mungkin karena sekarang harga plastik naik, pemulung memanfaatkan itu untuk memilah-milah (langsung) di TPS,” kata M Fikser, Jumat (10/4/2026
Menurutnya, melihat carut-marut kondisi tersebut Pemkot segera mengambil langkah penertiban.
“Karena selain mengganggu kerja petugas, aktivitas pemulung di dalam TPS juga menyebabkan ruang penampungan sampah menjadi semakin terbatas
Itu yang kemudian kita tertibkan di TPS karena mengganggu TPS dari aktivitas pengambilan sampah,” tambahnya.
Fikser juga menegaskan bahwa meski aktivitas pemulung meningkat, data di lapangan menunjukkan belum ada pengurangan volume plastik secara signifikan di setiap TPS.
Di sisi lain, kenaikan harga plastik ternyata belum mampu mengubah perilaku masyarakat yang masih bergantung tinggi pada penggunaan kantong plastik saat berbelanja
“(Kenaikan harga plastik) saat ini belum terdampak ya, karena memang masih saja orang belanja menggunakan plastik,” pungkasnya.**








