Angka Gizi Buruk Kota Pekalongan Tinggi, Walikota Tandatangani Komitmen Turunkan Stunting

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid bersama jajaran dan lembaga terkait menandatangani komitmen penurunan stunting. Pemerintah setempat menargetkan angka penderita stunting turun siginifikan dari data saat ini yang mencapai 6,64 persen dari 1.224 balita.

“Komitmen ini bagian dari keseriusan pemerintah menurunkan angka penderita stunting,” ujar walikota, Senin (26/6/2023).

Ia mengatakan berbagai kebijakan digulirkan untuk mendorong percepatan penurunan stunting salahsatunya melalui program bapak asuh.

Kemudian ada pula upaya pencegahan bagi calon pengantin untuk mengikuti pembinaan di
Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

“Kita juga laksanakan program dari Provinsi Jawa Tengah, yakni nginceng wong meteng dan pemeriksaan gratis bagi ibu hamil,” terang walikota.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinsos P2KB, Indria Susanti mengungkapkan angka stunting di Kota Pekalongan di 2021 mencapai 21,6 persen dan 2022 sebesar 23,1 persen.

Target nasional maupun provinsi untuk stunting di 2021 sebesar 17,44 persen, 2022 menurun menjadi 14,92 persen dan 2024 tercatat sudah 12 persen.

“Kita perlu kerja keras untuk memenuhi target ini. Hal efektif yang bisa dilakukan adalah pencegahan pada remaja, ibu hamil, dan bayi pada seribu hari pertama kehidupan,” jelas Indria.

Pos terkait