Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar aksi bakti sosial pada Senin (02/02). Langkah nyata ini dilakukan dengan menyambangi Dapur Umum Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dikelola oleh Dinas Sosial setempat. Kehadiran jajaran Bapas ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini tengah menghadapi musibah banjir.
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Bapas Pekalongan menyerahkan sejumlah paket bantuan bahan pokok. Bantuan yang disalurkan meliputi 20 kilogram beras, 10 kilogram telur, serta 4 dus mi instan. Logistik ini diserahkan secara simbolis kepada petugas dapur umum untuk segera diolah menjadi makanan siap saji bagi warga terdampak.
Kepala Bapas Kelas II Pekalongan, Tri Haryanto, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk empati institusi terhadap kondisi darurat yang dialami warga. Beliau menegaskan bahwa seluruh jajaran berkomitmen untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sesama. Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak banjir di wilayah Pekalongan,” ujar Tri Haryanto di lokasi kegiatan.
Giat bakti sosial yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai Bapas Pekalongan. Meski situasi di lapangan cukup sibuk karena aktivitas pengungsian, proses penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan lancar. Para pegawai tampak antusias membantu menurunkan bantuan logistik dari kendaraan operasional.
Selain sebagai bentuk bantuan fisik, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antara instansi pemasyarakatan dengan jajaran Dinas Sosial serta relawan di lapangan. Sinergi ini dianggap krusial agar penanganan dampak bencana di wilayah Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan cepat menyasar warga yang paling membutuhkan.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Bapas Pekalongan segera melaporkan aksi sosial ini kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah. Laporan ini merupakan bagian dari transparansi kinerja dan atensi pimpinan dalam mendukung program kemanusiaan di daerah.**











