Bukan Alat, tetapi Otak: Romo Ivan Buka Pelatihan Digital di Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – “Yang mahal di era digitalisasi ini bukan alat, tetapi otak kita,” tegas Romo Ivan Haryanto, Pakar IT Keuskupan, jebolan S2 Universitas Bina Nusantara, dan mantan Pastor Paroki Mamba selama 8 tahun. Pernyataan ini ia sampaikan saat membuka Pelatihan dan Pemanfaatan Digital di Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Keuskupan Ruteng.

Romo Ivan berbicara dari pengalaman pribadinya. Delapan tahun hidup di kampung terpencil tanpa sinyal komunikasi membuatnya menyadari betapa pentingnya akses dan pemanfaatan teknologi. “Ketika kemudian saya disekolahkan khusus untuk belajar IT, saya sadar: mimpi itu harus diwujudnyatakan. Teknologi hanyalah alat. Yang membuatnya berguna adalah otak kita yang dipakai dengan benar,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti para guru dan staf yayasan dengan tujuan meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, baik dalam administrasi sekolah maupun proses pembelajaran. Fokus utama pelatihan adalah pengenalan KAY Reach System Jakarta, sebuah sistem digital terpadu yang dirancang untuk memudahkan manajemen data sekolah, administrasi, hingga keuangan.

Ketua Yayasan, Romo Patrick Dharsam Guru, jebolan Universitas Santo Tomas Manila, sangat antusias karena digitalisasi adalah bagian dari misi pembaruan yayasan. “Saya melihat perubahan ini penting. Digitalisasi tidak hanya membuat administrasi lebih rapi, tetapi juga memudahkan kita untuk melayani secara cepat dan transparan,” ujarnya.

Romo Patrick juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Natalia Dewi Liem, Pak Yuyu, serta tim KAY Reach Jakarta (Pak Doddy dan Pak Edo) yang telah memfasilitasi pelatihan ini.

Walau tidak dapat hadir secara langsung, Ibu Natalia Dewi Liem mengirimkan pesan singkat yang dibacakan di hadapan peserta:

“Sudah saatnya Yayasan membuat perubahan. Era manual harus ditinggalkan, dan kita semua harus berani masuk ke era digital.”

Romo Patrick menambahkan bahwa dukungan staf kantor seperti Pak Elyas dan Ibu Ry yang antusias mengikuti pelatihan menjadi tanda bahwa semua elemen yayasan siap bergerak bersama.

Pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba langsung fitur-fitur KAY Reach System Jakarta. Dengan semangat yang ditanamkan Romo Ivan, dorongan Romo Patrick, dan motivasi dari pesan Ibu Natalia, pelatihan ini menjadi lebih dari sekadar transfer keterampilan: ini adalah awal perubahan menuju tata kelola yayasan yang digital, efisien, dan berdaya guna.**

Pos terkait