Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Di Balik Jeritan Hati Endu: Rumah Tak Layak Huni di Tengah Kota

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Nengsih. 

LEBAK, BANTEN – Kondisi rumah tukang becak, Endu (63), di Kampung Kebon Kelapa, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, sangat memprihatinkan.

Meskipun berada di dalam kota Rangkasbitung, dekat pusat pemerintahan kabupaten Lebak, Endu masih berjuang untuk mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari pemerintah setempat.

Endu telah mengajukan permohonan bantuan RTLH melalui RT, namun belum juga direalisasi oleh pihak terkait.

“Ia juga tidak mendapatkan bantuan sosial lainnya, seperti PKH atau bansos lainnya,” kata Endu ketika diwawancarai oleh wartawan Minggu, 25 Mei 2025.

Endu hanya mengandalkan pendapatannya sebagai tukang becak, yang tidak stabil dan seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Kelurahan Muara Ciujung Timur, Mutria, memohon kepada Dinas Perkim Lebak dan Perkim Provinsi untuk membantu warga yang kesulitan ekonomi dan memiliki rumah tidak layak huni.

“Ia juga meminta Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sosial kepada warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkim Lebak, Helmi Arief, mengatakan bahwa ada sekitar 2.590 rumah tidak layak huni di Lebak yang perlu dibantu.

“Ia berupaya mencarikan solusi pendanaan untuk membantu warga, termasuk Endu,” kata Helmi Arief, ketika dikonfirmasi oleh wartawan.

Namun, apakah upaya ini akan cukup untuk mengubah nasib Endu dan warga lainnya yang membutuhkan.

Perlu diketahui, Endu masih menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Ia masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan yang tidak stabil.

Apakah pemerintah akan segera mengambil tindakan untuk membantu Endu dan warga lainnya yang membutuhkan? Hanya waktu yang akan menjawab.**