Diduga Akibat Kebocoran Gas, Ledakan Guncang Taman Palem Lestari: Dua Luka-Luka, Enam Rumah Terdampak

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Ade Kristianto. 

JAKARTA – Ledakan dahsyat mengguncang kawasan pemukiman padat di Komplek Taman Palem Lestari, Blok A27 No. 37, RT 13 RW 16, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Rabu (16/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas elpiji, menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan enam rumah mengalami kerusakan.

Peristiwa bermula ketika pemilik rumah, ES (73), hendak menyalakan kompor untuk memasak. Saat itulah terjadi ledakan besar yang menghancurkan sebagian struktur rumah dan menyebabkan kepanikan di lingkungan sekitar.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Fernando Saharta Saragi, menjelaskan bahwa dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dugaan kuat ledakan berasal dari regulator gas elpiji 12 kilogram yang longgar dan hanya diikat secara manual oleh korban.

“Dari pemeriksaan awal, kami temukan bahwa regulator dan selang gas tidak terpasang dengan benar, bahkan hanya diikat oleh korban. Kebocoran kemungkinan sudah terjadi sejak sebelum kompor dinyalakan, dan gas yang menumpuk di dapur akhirnya terpicu api,” ujar Fernando kepada wartawan, Rabu (16/10/2025).

Tabung gas diketahui baru diganti sekitar satu minggu sebelum kejadian. Diduga, kurangnya ketelitian saat pemasangan menjadi pemicu utama insiden ini.

Akibat ledakan tersebut, ES (73) mengalami luka bakar serius hingga 70 persen dan telah dirujuk ke RS Pertamina untuk perawatan intensif. Sementara itu, tetangganya WF (47), yang berada di rumah belakang, mengalami luka di kepala akibat tertimpa puing dan kini dirawat di RS Ciputra Kalideres.

Selain korban luka, enam unit rumah terdampak oleh ledakan, termasuk satu mobil yang terparkir di dekat lokasi. Kerusakan meliputi pecahnya kaca jendela, dinding retak, serta langit-langit yang runtuh di beberapa rumah warga sekitar.

“Ledakan cukup kuat hingga berdampak pada rumah-rumah tetangga di kanan, kiri, dan belakang rumah korban. Mobil yang terparkir di depan rumah juga mengalami kerusakan akibat serpihan,” tambah Fernando.

Meski terjadi ledakan, tidak ditemukan bekas kebakaran di area dapur maupun bagian rumah lainnya. Tim identifikasi dari Polsek Cengkareng memastikan bahwa ledakan murni akibat akumulasi gas, bukan karena korsleting listrik atau faktor lain.

“Kami pastikan tidak ada api pasca-ledakan. Ledakan disebabkan oleh tekanan gas yang menumpuk di ruang tertutup dan langsung terpicu api saat kompor dinyalakan,” jelas Kapolsek.

Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi, termasuk warga yang pertama kali mengevakuasi korban serta saksi mata yang mendengar suara ledakan. Untuk memperkuat investigasi, Polsek Cengkareng juga berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Cengkareng mengimbau warga untuk tidak mengambil risiko dalam hal pemasangan regulator dan instalasi tabung gas di rumah. Pemasangan yang tidak tepat dapat berujung pada bencana serius.

“Jika tidak yakin cara memasangnya, lebih baik minta bantuan teknisi atau orang yang berpengalaman. Jangan diikat sembarangan. Gas yang bocor walau sedikit bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani,” tegas Kompol Fernando.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dan teliti dalam menggunakan gas elpiji di lingkungan rumah tangga. Kesalahan kecil dalam instalasi dapat berujung pada kerusakan besar, bahkan mengancam nyawa.**

Pos terkait