Diduga Bermasalah, Proyek Irigasi Rp2,25 Miliar di Way Gunung Kasih Tanggamus Disorot Warga

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Ansori. 

TANGGAMUS, LAMPUNG – Proyek pembangunan irigasi di Way Gunung Kasih, Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menjadi sorotan masyarakat. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp2,25 miliar tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis serta dinilai minim pengawasan.

Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV Angkatan Perkasa. Salah satu temuan mencolok terlihat pada konstruksi bangunan irigasi, di mana batu-batu penyusun tampak hanya disusun tanpa menggunakan campuran semen yang memadai sebagai pengikat pondasi aliran sungai.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai standar konstruksi. Warga setempat mengkhawatirkan ketahanan bangunan irigasi yang berpotensi mudah rusak, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan.

Selain persoalan teknis, proyek bernilai miliaran rupiah ini juga disorot karena tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi merupakan kewajiban sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara dan bagian dari keterbukaan informasi publik.

Tak hanya itu, proyek ini juga diduga menyisakan persoalan terkait hak-hak pekerja. Sejumlah pekerja mengaku belum menerima upah selama beberapa minggu terakhir, sehingga memilih menghentikan aktivitas kerja.

“Iya Pak, kami sudah beberapa minggu belum dibayar. Karena itu kami memilih berhenti bekerja,” ujar salah satu pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan serupa juga disampaikan warga berinisial Nh, yang ditunjuk untuk menyediakan konsumsi bagi para pekerja proyek. Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima pembayaran dari pihak kontraktor.

“Uang masak belum dibayar sama sekali. Bahkan saya sampai harus meminjam uang untuk beli bahan makan mereka setiap hari,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pekerja yang juga terlibat dalam pengawasan lapangan berinisial AN membenarkan adanya keterlambatan pembayaran untuk pekerjaan terakhir. Namun, ia menyatakan bahwa pihak kontraktor berjanji akan segera menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Memang pekerjaan terakhir belum dibayar, tapi pasti akan kami bayarkan,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung), Budhi Darmawan, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp terkait dugaan permasalahan proyek tersebut.

Melihat berbagai temuan di lapangan, masyarakat Pekon Gunung Kasih mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat, serta instansi teknis terkait untuk turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Warga berharap proyek irigasi tersebut dapat diaudit secara transparan agar penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai dengan ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.

Sorotnews.co.id akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait serta memantau perkembangan kasus ini guna memastikan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah.**