Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
MOJOKERTO, JATIM – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan segera mengoperasikan dua unit tambahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditargetkan dapat menambah sekitar 7.600 penerima manfaat baru, terutama dari kalangan peserta didik di wilayah setempat.
Kepala Disdikbud Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, menjelaskan bahwa perluasan program MBG ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan yang dilakukan oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), selaku pihak pengelola dapur MBG. SPPI telah mengusulkan sasaran penerima manfaat sebanyak 3.800 siswa untuk masing-masing unit dapur baru.
“Total ada sekitar 7.600 calon penerima manfaat dari dua dapur tersebut. Pengajuan sudah dilakukan oleh SPPI,” ungkap Ruby, Rabu (7/8/2025).
Menurut Ruby, sasaran dari program MBG mencakup siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD/MI), sekolah menengah pertama (SMP/MTs), hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) sederajat, khususnya yang berlokasi di sekitar dapur MBG.
Adapun dua dapur baru tersebut berlokasi di Kelurahan Meri dan Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Keduanya akan melengkapi dapur MBG yang telah lebih dulu beroperasi sejak Februari 2025 di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari.
“Dengan tambahan dua dapur ini, total sasaran program MBG di Kota Mojokerto bisa mencapai kurang lebih 10 ribu peserta didik,” imbuh Ruby.
Ia menambahkan, operasional dapur MBG sepenuhnya berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN), dengan pelaksana lapangan dari SPPI. Disdikbud menargetkan distribusi menu MBG dari dapur baru akan dimulai pada pertengahan Agustus 2025.
“Pelaksanaan teknisnya oleh SPPI, mewakili Badan Gizi Nasional. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini sudah mulai distribusi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sejak awal tahun ini Pemkot Mojokerto telah mengimplementasikan program MBG untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Dapur MBG yang pertama di Kelurahan Wates mampu memproduksi sekitar 3.247 paket makanan bergizi setiap hari, yang disalurkan ke sembilan sekolah di sekitarnya.**








