Innovillage 2025 Dorong Mahasiswa Indonesia Hadirkan Inovasi Digital Berdampak Sosial

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

BANDUNG, JABAR – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Telkom University secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Innovillage 2025, menandai dimulainya penyelenggaraan Innovillage ke-6 sebagai ajang kolaboratif bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi digital yang berdampak sosial.

Acara yang berlangsung pada 21 Oktober 2025 ini digelar secara hybrid di Studio Innovillage Telkom University Bandung serta disiarkan daring melalui Zoom dan YouTube Live. Lebih dari 900 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia turut berpartisipasi.

Dengan mengusung tema “Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future”, Innovillage 2025 membawa semangat “Digital untuk Semua, Digital Talent untuk Indonesia.”

Acara pembukaan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pemutaran video perjalanan Innovillage yang menampilkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi digital di berbagai bidang sosial.

Program Innovillage tahun ini difokuskan pada lima isu strategis nasional, yaitu: Ketahanan pangan, Kesehatan, Pemberdayaan perempuan dan UMKM, Lingkungan, dan Inklusi disabilitas.

Selain itu, Innovillage 2025 memperkenalkan tiga skema kompetisi baru yang menekankan kolaborasi lintas disiplin, penguatan inovasi berkelanjutan, serta keterlibatan alumni melalui Innovillage Impact Network (IIN) – sebuah komunitas dengan lebih dari 7.000 alumni aktif dari seluruh Indonesia.

Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan ini, yaitu Suharsono, Senior Manager SDGs Telkom, dan Runik Machfiroh, Ketua SDGs Center Telkom University.

Dalam paparannya, Suharsono menegaskan bahwa Innovillage merupakan wujud nyata dari implementasi CSR Telkom yang berfokus pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui kolaborasi dengan mahasiswa dan perguruan tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan program socio-digital-preneurship sebagai solusi atas berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Tahun ini, Innovillage ke-6 diharapkan memberi dampak lebih besar dan menjawab tantangan nyata di lapangan,” ujar Suharsono.

Ia menambahkan, sejak pertama kali diselenggarakan, lebih dari 800 inovasi telah lahir dari program Innovillage, memberikan dampak bagi lebih dari 20 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Kami mengundang mahasiswa dan dosen di seluruh Indonesia untuk segera bergabung. Lakukan social mapping, kenali permasalahan di sekitar, dan rancang solusinya. Ide terbaik akan kami dukung dengan pendanaan agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua SDGs Center Telkom University, Runik Machfiroh, menyebut Innovillage sebagai implementasi konkret program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang tidak hanya membangun kemampuan teknologi, tetapi juga menumbuhkan empati sosial dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.

“Enam tahun perjalanan Innovillage membuktikan bahwa ini bukan sekadar program, melainkan gerakan nyata untuk kemajuan bangsa,” ujar Runik.

Ia mengungkapkan, selama lima tahun terakhir telah dihasilkan lebih dari 2.000 karya digital dan 6.806 produk inovatif. Tahun 2025 ini, ditargetkan keterlibatan 130 universitas, 1.000 proposal, dan 3.000 peserta, yang akan menghasilkan 180 prototipe siap diinkubasi dan dipasarkan.

Mahasiswa terpilih akan mendapatkan pendanaan hingga Rp30 juta, hak publikasi dan HKI, serta pelatihan gratis di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan IT.

“Innovillage adalah bukti nyata cinta mahasiswa terhadap Indonesia. Mereka menjadi agen perubahan untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi, disertai pembagian doorprize menarik.

Tim IT Innovillage, Muhammad Ammar, memperkenalkan dua portal utama, yaitu: innovillage.id sebagai pusat informasi dan publikasi, serta my.innovillage.id sebagai sistem utama untuk pendaftaran, seleksi, dan implementasi proyek.

Peserta dibimbing memahami alur registrasi, tahapan seleksi, proses online pitching, hingga monitoring and evaluation (monev).

Selanjutnya, Hilda Aulya Zahra, alumni Innovillage 2024 sekaligus Sekjen II IIN, memperkenalkan Innovillage Impact Network (IIN). Ia menampilkan video perjalanan IIN dan membagikan kisah sukses proyek “Green Circle” dari Politeknik Negeri Medan – sebuah bank sampah berbasis digital yang berhasil mendorong partisipasi masyarakat hingga 78% dan mendukung SDGs poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.

“IIN adalah ruang belajar dan berkolaborasi untuk membawa perubahan. Inovasi besar selalu berawal dari niat baik dan keberanian bertindak,” pesan Hilda.

Pendaftaran Innovillage 2025 resmi dibuka mulai 21 Oktober hingga 10 November 2025 melalui situs resmi www.innovillage.id.
Tahapan program mencakup registrasi proposal, seleksi kompetisi, pengumuman pemenang, implementasi proyek, monitoring & evaluation, online pitching, awarding, dan sustainability.

Dengan semangat “Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future”, Telkom berharap Innovillage 2025 menjadi wadah lahirnya generasi muda kreatif, kolaboratif, dan berempati – generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan.**