Kemenko Polkam Dukung Penguatan Kerja Sama Pertahanan ASEAN di Bidang Kecerdasan Buatan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Rico Ananta. 

SINGAPURA – Kementerian Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap penyusunan kerja sama pertahanan negara-negara ASEAN di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), infrastruktur kritikal bawah laut, serta penataan kelompok kerja bersama dalam kerangka ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM).

Bacaan Lainnya

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan The 4th Strategy Paper Workshop on “A Future-Ready ADMM and ADMM-Plus” yang digelar di Singapura pada 29–30 Juli 2025. Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini terdiri atas perwakilan dari Kemenko Polkam, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh negara anggota ASEAN, Timor Leste sebagai pengamat, serta perwakilan dari Sekretariat ASEAN. Lokakarya tersebut dipimpin bersama oleh Singapura dan Brunei Darussalam sebagai co-chair.

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Pilar Politik dan Keamanan ASEAN, Kemenko Polhukam berperan aktif dalam menyelaraskan kebijakan regional melalui forum-forum sektoral seperti ADMM. Fokus utama pada pertemuan kali ini adalah perumusan prinsip-prinsip kerja sama pertahanan di era digital dan teknologi tinggi, khususnya yang berkaitan dengan AI dan infrastruktur bawah laut.

“Melalui kerja sama ini, ASEAN diharapkan dapat memperkuat ketahanan regional dan menciptakan kerangka kerja pertahanan yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan masa depan,” ujar Abdullah Zulkifli, Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polkam, dalam keterangannya.

Dalam diskusi yang berlangsung, dibahas pula prinsip-prinsip mendasar yang akan menjadi fondasi kerja sama pertahanan ASEAN, termasuk : ASEAN centrality, Kepatuhan pada hukum internasional, Transparansi dan akuntabilitas, Keamanan, keselamatan, dan ketahanan sistem, Human-centricity (berpusat pada manusia), Keadilan dan tata kelola data yang baik.

Prinsip-prinsip ini dirancang agar teknologi AI dan infrastruktur kritikal tidak hanya memperkuat pertahanan kawasan, tetapi juga tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan stabilitas jangka panjang.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas Protocol Paper terkait ADMM-Plus Experts’ Working Groups (EWG) serta program penguatan observership dalam ADMM. Protocol Paper tersebut direncanakan akan disahkan dalam pertemuan ASEAN Defence Senior Officials’ Meeting (ADSOM) yang akan berlangsung pada September 2025 mendatang.

“Melalui implementasi Protocol Paper ini, diharapkan akan tersusun prioritas kerja sama pertahanan ASEAN yang lebih terstruktur dan siap menjawab berbagai tantangan strategis di masa depan,” tambah Abdullah.

Keterlibatan Indonesia dalam forum strategis ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung integrasi keamanan kawasan berbasis inovasi dan kolaborasi. Dengan semakin kompleksnya dinamika global, ASEAN dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat kapasitas kolektif di bidang pertahanan dan keamanan, terutama yang menyangkut domain teknologi tinggi dan aset kritikal.**

Pos terkait