Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar Pekan Kebudayaan Daerah pada Agustus 2025 mendatang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara budaya yang akan diselenggarakan di UPTD Museum Bharugano Wuna, dengan melibatkan masyarakat umum, pelajar, serta generasi muda sebagai bentuk pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya Muna.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Rahmat Raeba, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah.
“Agenda lomba yang akan digelar bertema Pekan Kebudayaan Daerah, sebagai ruang ekspresi dan apresiasi terhadap budaya Muna. Ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-80,” ujar Rahmat, Jumat (25/7/2025).
Adapun jenis perlombaan yang akan digelar mencakup berbagai aspek budaya dan seni lokal, antara lain : Lomba Lagu Daerah Muna, Lomba Pidato dalam Bahasa Muna, Lomba Drama Bahasa Muna, Lomba Kalego (seni bertutur tradisional), Lomba Rambi Wuna (permainan tradisional khas Muna), Dan berbagai lomba budaya lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Hadi Wahyudi, menambahkan bahwa lomba-lomba ini dirancang agar generasi muda memiliki keterikatan emosional dengan budaya lokal dan mampu menjadi agen pelestari nilai-nilai leluhur.
“Kegiatan ini sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada anak-anak dan remaja. Melalui kompetisi, mereka bisa belajar sekaligus mencintai warisan budaya kita,” ujarnya.
Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong antusiasme masyarakat dalam menjaga identitas budaya Muna di tengah arus globalisasi yang terus berkembang. Pemda Muna juga membuka partisipasi seluas-luasnya dari seluruh elemen masyarakat.
“Mari kita bersama-sama meriahkan dan sukseskan Pekan Kebudayaan Daerah 2025 sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap budaya Muna,” tutup Rahmat Raeba.**








