Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ariotedjo, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan ajang balap sepeda jalan raya bertaraf internasional, Tour de EnTeTe 2025, di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Sabtu (5/7/2025).
Hadir dalam acara peluncuran antara lain Wakil Ketua Harian PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Jadi Rajagukguk, serta S. Utari Widyastuti, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kementerian Pariwisata.
Secara simbolis, Menpora Dito menyerahkan helm balap kepada Jadi Rajagukguk sebagai tanda pembukaan resmi lomba.
Gubernur Melki Laka Lena menyebut bahwa gagasan penyelenggaraan Tour de EnTeTe muncul dari forum diskusi bersama para bupati/wali kota se-NTT dan Kementerian Pariwisata pada Maret 2025. Tujuannya: menjadikan olahraga sebagai daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan anggaran efisien.
“NTT memiliki destinasi wisata yang luar biasa. Dengan Tour de EnTeTe, kami menggabungkan keindahan alam dan kekayaan budaya NTT dengan semangat olahraga. Ini adalah cara merayakan NTT sambil memperkenalkannya ke panggung dunia,” ujar Melki.
Acara ini merupakan inisiatif kolaboratif Pemprov NTT dengan pihak swasta, yakni Jelajah Sport, untuk mempromosikan potensi wisata daerah melalui pendekatan sport tourism, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.
Tour de EnTeTe 2025 akan digelar pada 10–21 September 2025, meliputi 10 etape di tiga pulau utama NTT: Timor, Sumba, dan Flores. Rutenya diawali dari Kupang dan berakhir di Labuan Bajo (Flobamora), melewati etape seperti Kupang–Kefamenanu, Kefamenanu–Atambua, hingga Ruteng–Labuan Bajo.
Diperkirakan akan diikuti lebih dari 100 pembalap profesional dari 20 tim: 6 tim (30 pembalap) dari Indonesia dan 14 tim (70 pembalap) internasional. Negara-negara peserta meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, dan Taiwan, serta beberapa klub profesional dari Uni Emirat Arab dan Eropa.
Setiap etape mengusung lima kategori prestasi: Stage Winner, Sprint Point, Kom Point, Indonesia Rider, dan ASEAN Rider. Pemenang utama dijadwalkan diumumkan pada etape terakhir di Labuan Bajo.
Keunikan Tour de EnTeTe meliputi : Durasi terpanjang di Indonesia: 10 hari. Lintasan tiga pulau utama (Timor, Sumba, Flores). Menampilkan lanskap alam Flobamora, budaya tradisional, dan tenun NTT. Melewati dua Pos Lintas Batas Negara: Wini (TTU) dan Motaain (Belu) yang berbatasan dengan Timor Leste.
Event ini juga diharapkan mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di NTT.
Jannes Eudes Wawa, Direktur Jelajah Sport sekaligus Direktur Event Tour de EnTeTe, menyatakan:
“Kami sangat menghargai dukungan Gubernur Melki. Event ini bukan hanya ajang balap, tapi komitmen untuk mengangkat potensi wisata dan ekonomi daerah melalui sport tourism… kami berkomitmen menjadikan Tour de EnTeTe sebagai event internasional profesional, aman, dan berdampak nyata bagi masyarakat NTT,” katanya.
Sementara itu, Dadang Haries Poernomo, Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia sekaligus Race Director event tersebut, menegaskan:
“Ini bukan hanya peluang untuk NTT, tapi juga bagi Indonesia agar lebih dikenal di pentas balap sepeda internasional. Konsistensi penyelenggaraan Tour de EnTeTe bisa menjadikannya setara dengan Tour de France atau Giro d’Italia,” tegasnya.**








