Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Nusantara Creative City Forum (NCCF) 2022 menjadi agenda Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan dalam mendorong pelaku usaha kreatif di jejaring kota kreatif Indonesia untuk memanfaatkan NCCF sebagai wadah bersama dalam mengembangkan usaha.
NCCF 2022 hadir menjadi bagian dari gelaran Pameran Kreatif Nusantara (PKN) yang berlangsung lima hari ke depan dari 30 November hingga 4 Desember 2022 di Lapangan Mataram.
Gelaran NCCF dan PKN 2022 di Kota Pekalongan rencananya akan dihadiri sejumlah kementerian dan Pemerintah Kota yang tergabung dalam jejaring kota kreatif dunia di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Ambon dan tuan rumah.
Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Sutarmo mengatakan dua kegiatan tersebut juga menjadi peringatan sewindu Kota Pekalongan ditetapkan Unesco sebagai kota kreatif dunia.
“Ada banyak agenda yang akan meramaikan NCCF dan PKN 2022 di antaranya pameran produk UMKM dan karya kreatif dari berbagai daerah di nusantara,” ujarnya, Rabu (30/11/2022).
Data UNESCO menyebut ada 4 kota di Indonesia yang masuk ke dalam daftar jejaring kota paling kreatif dunia yakni Jakarta sebagai kota literatur, Bandung sebagai kota desain, Ambon sebagai kota musik dan Kota Pekalongan sebagai kota batik.
Walikota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyebut NCCF dan PKN 2022
terselenggara sebagai upaya meningkatkan perekonomian Kota Pekalongan yang ditopang dari sektor UMKM.
“UMKM akan berkembang dan maju kalau pelaku usahanya kreatif serta inovatif baik dari sisi desain, model maupun produk itu sendiri,” katanya.
Menurut Aaf, panggilan karib walikota, memanfaatkan digital marketing serta media sosial sangat penting akan tetapi menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen jauh lebih penting dalam pengembamgan usaha maupun mempertahankanya.
Pihaknya memantau sektor ekonomi di Kota Pekalongan hampir semua mendekati pulih atau sebanyak 80 persen pulih.
Memang, lanjut dia, ada beberapa momentum tertentu yang membantu geliat ekonomi daerah ini tumbuh, seperti liburan, Lebaran, Natal dan Tahun Baru.
“Saat itu semua sektor ekonomi bergerak dari kuliner, hotel, produk UMKM menjadi ramai lagi. Semoga upaya yang kita lakukan bisa memulihkan lagi perekonomian seperti sebelumnya,” beber Aaf.











