Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
SERANG, BANTEN – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dianugerahi penghargaan bergengsi sebagai Pemimpin Visioner dalam ajang Pimred Award 2025 yang digelar oleh Forum Pemred Multimedia Indonesia (FPRMI). Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mewakili Panglima TNI dalam malam puncak perayaan HUT ke-2 FPRMI di Ballroom Hotel Aston, Serang, Banten, Jumat (18/7/2025).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Jenderal Agus Subiyanto yang dinilai visioner dalam merancang dan melaksanakan program-program strategis TNI. Di bawah kepemimpinannya, TNI dinilai berhasil mendorong modernisasi struktur organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan mental prajurit, hingga memperluas peran aktif TNI dalam diplomasi pertahanan dan ketahanan pangan nasional.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap transformasi dan inovasi nyata yang dilakukan TNI dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Mayjen Kristomei Sianturi dalam sambutannya.
Lebih dari sekadar penghargaan personal, Pimred Award 2025 juga menjadi bentuk apresiasi terhadap seluruh jajaran TNI yang terus menunjukkan dedikasi, profesionalisme, serta semangat berinovasi demi kemajuan pertahanan dan keamanan negara.
Perayaan HUT ke-2 FPRMI sendiri berlangsung selama tiga hari, 17–19 Juli 2025, dengan beragam agenda strategis seperti Diskusi Nasional, Wisata Jurnalistik, Penganugerahan Pena Emas, hingga malam puncak Pimred Award. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pers nasional, pejabat pemerintahan, pimpinan media, dan praktisi jurnalistik dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran TNI dalam forum ini menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pertahanan dan media massa dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan edukatif. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara sekaligus mitra strategis masyarakat dalam pembangunan nasional.**








