Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kampung Nelayan Pantai Sari di Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan mendadak riuh. Ratusan warga setempat ramai mendatangi lokasi Pasar Pangan Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sutira (47), ibu rumah tangga warga setempat, mengaku bisa berhemat uang belanja karena barang kebutuhan pokok yang dijual berada di bawah harga pasar pada umumnya. Menurutnya, selisih harga yang didapat sangat lumayan dan meringankan pengeluaran rumah tangga.
“Kalau di warung, beras satu kilo Rp15.000, tapi di sini cuma Rp11.000. Selisihnya Rp4.000 per kilo. Minyak goreng juga lebih murah, di warung seperempatnya Rp5.500, sementara di sini satu liter Rp16.500. Lumayan banget buat kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hanya dengan berbelanja beberapa jenis bahan pokok, dirinya sudah bisa menghemat uang puluhan ribu.
“Kalau di pasar uang segitu nggak cukup, tapi di sini bisa dapat beras, minyak, sama gula. Alhamdulillah, program seperti ini sangat membantu ibu-ibu seperti kami,” katanya, Kamis (18/9/2025).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Anik Kusumaningrum, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah yang rutin digelar untuk menekan gejolak harga sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Hari ini kita laksanakan di Kampung Nelayan. Minggu depan lokasinya pindah ke pabrik Sampoerna Rokok untuk karyawan. Intinya kita mendekatkan Gerakan Pangan Murah ke masyarakat langsung,” ujar Anik.
Ia menyebut, “pasar pangan murah di Kampung nelayan ini menyediakan stok kebutuhan pokok seperti 250 sak beras SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram, gula pasir 200 kilogram dengan harga Rp15.000 per kilo, minyak goreng 250 liter seharga Rp15.500 per liter, serta telur 200 pak dengan harga Rp25.500 per kilo,” jelasnya.
Menurut Anik, harga murah tersebut bisa dicapai berkat adanya subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perum Bulog, termasuk subsidi ongkos angkut dari Pemkot Pekalongan.
“Alhamdulillah dengan subsidi ini masyarakat bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.
Kegiatan pasar murah di pemukiman ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dalam beberapa gelaran sebelumnya, tingkat serapan selalu tinggi bahkan stok barang cepat habis.
“Sejauh ini kami sudah melaksanakan delapan kali kegiatan. Antusiasme masyarakat luar biasa. Karena itu, kami diarahkan oleh provinsi untuk menyasar wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti kampung nelayan dan kawasan industri, agar lebih tepat sasaran,” terang Anik.
Untuk memastikan distribusi merata, pihak penyelenggara membatasi pembelian. Setiap warga hanya diperbolehkan membeli dua paket minyak goreng dan dua paket gula pasir. Pembelian pun dilakukan secara tunai tanpa sistem kupon atau girik.**








