Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Program digitalisasi Keuskupan Ruteng resmi memasuki babak baru. Hari ini berlangsung pertemuan perdana secara daring melalui Zoom antara PT Kayreach System yang dipimpin langsung oleh CEO Ibu Natalia Liem bersama timnya-Pak Samuel Sulya, Ibu Dewi Novita, serta tim lapangan Bapak Dody Yunanto dan Arfindo-dengan jajaran Keuangan & Aset Keuskupan Ruteng, Tim Keuangan Yayasan SUKMA, serta Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Ruteng (STIPAS).
Pertemuan ini menjadi titik awal penggalian kebutuhan untuk merumuskan sistem yang tepat dalam digitalisasi Keuskupan Ruteng.
Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah ini. Beliau menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah “milestone awal” yang diharapkan menjadi pemicu digitalisasi sistem terintegrasi di Keuskupan Ruteng.

Dalam pemaparannya, Ibu Natalia Liem menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, melainkan pembentukan digital mindset.
“Kita tak bisa terapkan sistem tanpa mengenali kebutuhan kita. Harus ada komitmen dan kedisiplinan ketika memulai digitalisasi,” tandasnya.
Pak Samuel Sulya mencatat setiap masukan dari peserta lintas unit. Perwakilan Keuskupan dan Yayasan SUKMA berharap solusi Kayreach segera menjawab kebutuhan operasional sehingga efisiensi kerja dan kemudahan pelayanan dapat terwujud.
Menanggapi ragam masukan, Bapak Dody Yunanto (tim lapangan Kayreach) menegaskan bahwa input para peserta bersifat kompleks dan saling terkait, sehingga perlu diurai kembali dalam pertemuan lanjutan disertai analisis mendalam agar rancangan solusi tepat sasaran, bertahap, dan dapat diimplementasikan secara realistis.
Romo Ivan Haryanto, Pr, selaku penanggung jawab digitalisasi Keuskupan Ruteng, mengingatkan agar hasil pertemuan ini tidak berhenti sebagai wacana.
“Jangan sampai pertemuan hari ini menjadi dingin. Harus ada langkah konkret setelah ini agar semua rencana benar-benar mendarat dalam implementasi nyata,” tegasnya.
Hal senada juga ditegaskan Rm Patrik Guru selaku pimpinan Yayasan Pendidikan SUKMA. Dia berharap, digitalisasi bisa ‘mendarat’ dalam praktek nyata di lapangan untuk menjawab kebutuhan yang ada.
Pertemuan ini menjadi fondasi awal penyusunan peta jalan (roadmap) digitalisasi Keuskupan Ruteng. Tahap awal akan difokuskan pada konsolidasi kebutuhan per unit, pendalaman analisis proses bisnis, serta perumusan tahapan implementasi dan indikator keberhasilan. Dengan dukungan PT Kayreach System dan komitmen semua pihak, digitalisasi diharapkan memperkuat tata kelola keuangan, aset, pendidikan, dan pelayanan pastoral yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.**








