Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kota Pekalongan terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) menggunakan ambulan lantaran pingsan saat sedang berjuang memadamkan api yang membakar dua rumah di Kelurahan Kraton,.
Petugas Damkar atas nama Hadison tersebut dievakuasi oleh rekan-rekannya setelah memergoki yang bersangkutan dalam kondisi lemas kehabisan nafas hingga harus dibantu dengan tabung oksigen.
Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Informasi Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan, Valentino Eka Laksana Putra, membenarkan anggotanya dievakuasi dari lokasi kebakaran menggunakan ambulan setelah diketahui pingsan oleh rekannya.
“Iya anggota kami pingsan tidak sadarkan diri karena terlalu banyak menghirup udara yang pekat, asap yang pekat, penyebabnya kami kekurangan sarana APD (Alat Pelindung Diri),” ujarnya di lokasi kejadian kebakaran, Senin (7/7/2023).
Ia mengatakan sebelumnya juga ada anggota Damkar yang pingsan karena banyak menghirup asap saat bertugas memadamkan api di pabrik tekstil Dupantex. Kelengkapan APD yang dimaksud adalah masker khusus untuk situasi kebakaran.
Selain masker khusus, tim Damkar juga terkendala selang air yang bocor dan belum diganti karena pihak pemerintah tidak memprioritaskan untuk anggaran penggantian peralatan yang digunakan.
“Terus terang mungkin dari pemkot kurang memprioritaskan kami, artinya proses anggaran dan penggantian itu sangat lama,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun nomor darurat yang biasa dimanfaatkan warga untuk meminta bantuan bila terjadi kebakaran juga mati sehingga dialihkan ke nomor what’s app khusus termasuk satu unit kendaraan damkar dalam keadaan rusak tidak bisa dioperasikan.
Sementara itu penyebab kebakaran yang menghanguskan dua rumah di gang 10 Keraton Lor itu disebabkan oleh kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor saat ditinggal pergi.
Tidak hanya dua rumah, api juga menghanguskan belasan burung merpati di dalam kandang dan sejumlah barang berharga. Kobaran api bisa dijinakkan setelah tiga unit kendaraan damkar dikerahkan ke lokasi.
“Api bisa kita padamkan setelah 30 puluh menit. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut,” tutupnya.**








