Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA BARAT, SULTRA – Plafon ruang laundry di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat, yang terletak di Desa Lombujaya, Kecamatan Sawerigadi, dilaporkan runtuh. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat mengenai kondisi infrastruktur rumah sakit yang baru beroperasi sejak tahun 2020.
Salah satu warga yang berada di lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terkejut saat menemukan plafon ruang laundry sudah dalam kondisi runtuh dan berserakan di lantai.
“Saat itu saya sedang berjalan kaki usai menjenguk teman yang dirawat. Ketika melewati ruang laundry, saya melihat plafonnya sudah jatuh ke lantai. Saya tidak tahu persis kapan kejadiannya,” ungkap warga tersebut saat ditemui pada Minggu (25/5).
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, insiden tersebut memicu kekhawatiran mengenai keselamatan pasien dan tenaga kesehatan di lingkungan RSUD. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah perbaikan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Muna Barat segera memperbaiki plafon yang rusak dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap plafon ruangan lain. Jangan sampai terjadi runtuhan serupa yang bisa memakan korban,” lanjutnya.
Warga juga menyoroti kejanggalan bahwa bangunan rumah sakit yang masih tergolong baru —dibangun pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada 2020— sudah mengalami kerusakan struktural.
“Ini bangunan rumah sakit, seharusnya punya konstruksi yang kuat dan tahan lama. Jika baru beberapa tahun sudah runtuh plafonnya, patut dipertanyakan kualitas pembangunan awalnya,” ujar warga.
Selain persoalan plafon runtuh, warga juga meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan lingkungan rumah sakit. Mereka mengeluhkan adanya kotoran hewan di sekitar area RSUD, yang dianggap mengganggu kenyamanan dan kebersihan fasilitas layanan kesehatan tersebut.
“Rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang steril dan bersih. Saya juga minta Pemda membuat aturan agar hewan ternak tidak dibiarkan berkeliaran di sekitar rumah sakit. Ini soal kesehatan publik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Muna Barat maupun Pemerintah Kabupaten Muna Barat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap respons cepat dari pihak berwenang untuk menjamin keamanan dan kenyamanan layanan kesehatan di daerah tersebut.**











