Laporan wartawan sorotnews.co.id : Irpan Sofyan.
JAKARTA – Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak psikologis yang dialami personel dan keluarga Polri, Polda Metro Jaya melalui Bagian Psikologi Biro SDM menggelar kegiatan Pendampingan Psikososial kepada masyarakat serta keluarga anggota Brimob yang terdampak aksi massa di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025, dengan tujuan utama memberikan dukungan psikologis pasca kejadian aksi massa yang dapat menimbulkan tekanan emosional baik bagi personel yang bertugas maupun bagi keluarganya.
Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya dalam keterangannya menjelaskan bahwa aksi massa tidak hanya berdampak fisik dan keamanan, tetapi juga meninggalkan jejak psikologis bagi mereka yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.
“Kami memahami bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mendukung tugas anggota di lapangan. Kesehatan mental dan ketenangan jiwa mereka harus dijaga agar dapat terus menjadi sumber kekuatan bagi para personel,” ujar Kabag Psikologi.
Ia menambahkan, ketegangan yang dirasakan keluarga akibat kekhawatiran atas keselamatan anggota di lapangan dapat memicu gangguan psikologis seperti kecemasan, stres berkepanjangan, bahkan trauma, jika tidak segera ditangani.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan psikososial ini dikemas melalui berbagai sesi, antara lain : Konseling kelompok untuk membangun ruang berbagi pengalaman, Edukasi tentang strategi pemulihan diri, Pelatihan teknik relaksasi dan manajemen stres, serta penyuluhan mengenai penguatan ketahanan mental keluarga.
Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi tekanan psikologis dan mengelola reaksi traumatis secara sehat, agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih stabil secara emosional.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari keluarga dan masyarakat yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti sesi konseling dan pelatihan singkat yang diberikan oleh tim psikolog Polda Metro Jaya.
“Saya merasa terbantu karena akhirnya bisa menceritakan apa yang saya rasakan, dan mendapatkan arahan yang sangat berguna untuk diterapkan di rumah,” ungkap salah satu peserta yang merupakan istri anggota Brimob.
Melalui program ini, Polda Metro Jaya berharap mampu memperkuat ketahanan psikologis individu dan keluarga, sekaligus menjadi langkah preventif agar gejala trauma tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian kepada aspek kesejahteraan psikologis anggota dan keluarganya, sebagai bagian dari dukungan institusi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang dihadapi aparat keamanan di lapangan.**








