Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Republik Peru, Yang Mulia Dina Boluarte, dalam kunjungan kehormatannya ke Indonesia, Senin (11/8/2025).
Prosesi penyambutan kenegaraan berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta, ditandai dengan pasukan jajar kehormatan serta dentuman meriam sebanyak 21 kali sebagai bentuk penghormatan resmi negara.
Kunjungan ini merupakan bagian dari balasan atas lawatan Presiden RI ke Peru pada November 2024 lalu, yang dilakukan sebelum menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024. Pertemuan bilateral ini dinilai sebagai momentum strategis untuk mempererat hubungan diplomatik sekaligus memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas.
Dalam pernyataan resminya, Presiden RI menegaskan pentingnya kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Peru yang telah terjalin selama beberapa dekade. Ia menyebut pertemuan kali ini menjadi kesempatan emas untuk membangun kolaborasi konkret di berbagai bidang.
“Pertemuan kami menjadi momentum penting untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, sekaligus memperkuat persahabatan antara kedua negara demi kesejahteraan nasional maupun kontribusi terhadap tatanan global,” ujar Presiden.
Beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan antara kedua kepala negara antara lain penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga kolaborasi antar kawasan Indo-Pasifik dan Amerika Latin.
Indonesia dan Peru sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral dan menciptakan iklim investasi yang saling menguntungkan. Pemerintah kedua negara akan mendorong sektor swasta untuk menjajaki peluang pasar dan investasi, khususnya di bidang pertanian, energi, teknologi, dan pariwisata.
Presiden Dina Boluarte dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan yang berbasis pada prinsip kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan.
Kunjungan kenegaraan Presiden Boluarte juga akan diisi dengan sejumlah agenda bilateral lainnya, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pertemuan bisnis antarpengusaha dari kedua negara.**








