Rutan Pekalongan Tingkatkan Pembinaan Spiritual bagi Warga Binaan Perempuan Lewat Bimbingan Keagamaan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Komitmen Rutan Kelas IIA Pekalongan dalam pembinaan kepribadian warga binaan kembali diwujudkan melalui kegiatan bimbingan mental dan keagamaan yang difokuskan pada warga binaan perempuan. Kegiatan yang digelar di Blok Wanita ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan dan disambut antusias oleh para peserta.

Bimbingan keagamaan kali ini menghadirkan Ibu Muanifah dari Kemenag Kota Pekalongan sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi yang komprehensif, mulai dari Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), pendalaman Asmaul Husna, hingga penguatan tauhid sebagai pondasi keimanan. Materi muqadimah seperti istighfar, syahadat, dan doa-doa harian juga diberikan guna memperkuat pemahaman dasar dalam beribadah. Tak hanya itu, ilmu tajwid turut diajarkan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang benar dan tartil.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini diharapkan tidak hanya memberikan bekal pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri bagi warga binaan dalam menjalani masa pidananya dengan lebih bermakna. Melalui pembinaan spiritual, warga binaan diarahkan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan karakter dan moral yang lebih baik.

Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini dan menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian integral dari proses rehabilitasi yang dijalankan lembaga pemasyarakatan.

“Bimbingan keagamaan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas warga binaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menjadi pribadi yang religius, bertanggung jawab, dan siap kembali ke tengah keluarga serta masyarakat dengan semangat perubahan yang positif,” ujar Karutan.

Program pembinaan keagamaan ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pendekatan pemasyarakatan berbasis nilai-nilai keagamaan dan moral. Rutan Pekalongan juga terus bersinergi dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Agama, dalam upaya membekali warga binaan dengan ilmu dan akhlak sebagai bekal reintegrasi sosial.**