Laporan wartawan sorotnews.co.id : Suherman.
CIREBON, JABAR – Upaya reintegrasi dan pemberdayaan purna pekerja migran kembali menunjukkan bentuk nyatanya. Hal itu ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mawar Bina Insani yang berlokasi di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemberdayaan dan Reintegrasi Keluarga Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Rombongan Ditjen Pemberdayaan KP2MI dipimpin oleh Hadi Wahyuningrum, S.H., M.H., yang hadir memenuhi undangan Didi Kusnadi, Ketua Yayasan Mawar Bina Insani sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Federasi Buminu Sarbumusi Cirebon. Didi merupakan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Korea Selatan yang selama ini dikenal aktif menginisiasi berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi sesama purna migran.
Dalam sambutannya, Hadi Wahyuningrum, yang akrab disapa Ibu Yayuk, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Yayasan Mawar Bina Insani.
“Saya sengaja memenuhi undangan Kang Didi karena beliau konsisten menghadirkan terobosan-terobosan dalam reintegrasi PMI dan pemberdayaan UMKM migran. Apa yang dilakukan di Karangreja ini adalah praktik baik yang patut direplikasi,” ujarnya.
Peresmian SPPG ini tidak hanya menjadi simbol hadirnya layanan pemenuhan gizi, tetapi juga mencerminkan model kolaborasi antara purna migran, pemerintah, dan masyarakat. Hal tersebut diperkuat dengan kehadiran Kepala Dinas UMKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.H., M.Pd.I., yang menilai SPPG Karangreja memiliki pendekatan berbeda dibandingkan daerah lain.
“Ini adalah SPPG pertama di Cirebon yang terintegrasi dengan UMKM, koperasi, serta melibatkan relawan purna pekerja migran. Model seperti ini sangat relevan untuk penguatan ekonomi berbasis komunitas,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Suranenggala, Kepala Desa Karangreja, Kapolsek Suranenggala, para kepala sekolah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. Meski berlangsung sederhana, acara ini menegaskan kontribusi nyata purna migran dalam mendukung Program Unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutan penutupnya, Didi Kusnadi menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terbangun, sekaligus mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya dalam aspek pemodalan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung. Secara khusus, terima kasih kepada Bapak Risdiyanto dan Bapak Dr. Cahya Sutowo, S.T., M.T., yang telah memberikan dukungan pemodalan sehingga SPPG ini bisa berdiri dan beroperasi,” ungkap Didi.
Menurut Didi, dukungan tersebut bukan semata bantuan finansial, melainkan bentuk kepercayaan terhadap kapasitas purna migran dalam mengelola program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Purna migran bukan hanya pulang membawa cerita, tetapi juga membawa pengalaman, keterampilan, dan semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa,” tambahnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Didi menegaskan bahwa langkah Yayasan Mawar Bina Insani sejalan dengan arah gerakan Federasi Buminu Sarbumusi dalam mendorong pemberdayaan purna migran secara berkelanjutan.
“Federasi Buminu Sarbumusi secara konsisten mendorong agar purna PMI tidak berhenti pada proses kepulangan, tetapi masuk ke fase reintegrasi produktif melalui UMKM, koperasi, dan program sosial berbasis komunitas. SPPG ini adalah contoh konkret bagaimana purna migran bisa menjadi aktor pembangunan,” ujarnya.
Acara peresmian kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan jamuan prasmanan. Berbagai hidangan yang disajikan merupakan hasil karya para relawan SPPG, yang sebagian besar memiliki pengalaman bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di berbagai negara. Sajian tersebut tidak hanya menjadi menu konsumsi, tetapi juga simbol perjalanan hidup purna migran, dari bekerja di luar negeri hingga kembali dan berdaya di kampung halaman.
Melalui SPPG Yayasan Mawar Bina Insani, purna pekerja migran membuktikan bahwa mereka mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan gizi masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta pelaksanaan program strategis pemerintah berbasis gotong royong dan kemandirian.**











