Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo Tutup Retret 47 Kepala Sekolah Rakyat: Pendidikan adalah Jalan Keadilan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Heri Gunawan. 

JAKARTA — Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, bersama Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, resmi menutup kegiatan retret 47 Kepala Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof), Sabtu (5/7/2025).

Dalam sambutannya, Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa peran Kepala Sekolah Rakyat bukan sekadar profesi, tetapi merupakan panggilan jiwa dan bentuk pengabdian yang luhur kepada bangsa. Ia menilai, kehadiran Sekolah Rakyat adalah bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan keadilan sosial melalui akses pendidikan yang merata, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin.

“Menjadi Kepala Sekolah Rakyat adalah tugas mulia. Ini bukan pekerjaan biasa, melainkan bentuk dedikasi untuk menghadirkan harapan, membangun generasi emas, dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Gus Ipul di hadapan peserta retret.

Retret ini menjadi ajang refleksi dan konsolidasi para pendidik akar rumput yang selama ini bergerak langsung di tengah komunitas marginal. Mereka hadir dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat komitmen, bertukar pengalaman, dan menyusun strategi bersama dalam memajukan Sekolah Rakyat sebagai alternatif pendidikan berbasis kerakyatan.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud konkret dari pendidikan inklusif yang menekankan pada partisipasi dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, Kementerian Sosial akan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini sebagai bagian dari program perlindungan sosial yang holistik.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan keadilan sosial. Sekolah Rakyat harus menjadi ruang hidup, ruang tumbuh, dan ruang bermimpi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,” ujar Agus Jabo.

Kegiatan retret ini diisi dengan berbagai sesi pelatihan, diskusi kelompok, serta pembekalan mengenai pendekatan sosial, psikologi anak, dan strategi advokasi komunitas. Para peserta juga diajak untuk merancang rencana tindak lanjut yang aplikatif agar dampak keberadaan Sekolah Rakyat semakin luas.

Dengan semangat “Pendidikan sebagai Jalan Keadilan”, Kementerian Sosial berharap Sekolah Rakyat menjadi penggerak utama dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan wilayah-wilayah urban miskin.

Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan simbolis dokumen deklarasi komitmen dari para Kepala Sekolah Rakyat kepada Mensos, sebagai bentuk kesiapan mereka untuk terus memperjuangkan pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil.**