Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan Paparkan Strategi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan.

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA — Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, memaparkan sejumlah strategi sebagai upaya mendorong Indonesia keluar dari jebakan middle-income trap sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen year on year (yoy). Strategi tersebut disampaikannya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Dany menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen merupakan bagian dari desain struktural jangka panjang yang harus ditopang oleh delapan akselerator pertumbuhan yang terorkestrasi, peta jalan industrialisasi lintas sektor, serta kepemimpinan nasional yang mampu mengarahkan kebijakan secara terukur dan berkelanjutan.

“Indonesia perlu beralih dari model komoditas mentah menuju model industri berbasis misi (mission-oriented industry). Hilirisasi adalah bahasa modern dari kedaulatan ekonomi. Ia bukan hanya mengubah bentuk bahan baku, tetapi mengubah struktur perekonomian nasional,” ujar Dany.

Dalam kesempatan tersebut, Dany juga memperkenalkan bukunya yang berjudul “Indonesia Naik Kelas”, yang menempatkan industrialisasi, hilirisasi, serta konsistensi kebijakan sebagai pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam delapan tahun.

Di dalam buku tersebut, Dany memperkenalkan konsep The DAI Concept, yang terdiri dari tiga pilar utama:

1. Distinctive
Mendorong strategi industrialisasi berbasis keunggulan nasional, seperti bioenergi, ekonomi halal, hingga diferensiasi pasar domestik.

2. Adaptive
Menyiapkan Indonesia merespons dinamika global, mulai dari kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), perubahan geopolitik multipolar, integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam industri, hingga transisi menuju energi hijau.

3. Inclusive
Mengembangkan ekosistem industri yang melibatkan UMKM, startup teknologi, BUMN, hingga perguruan tinggi dalam satu rantai nilai yang terpadu dan saling memperkuat.

Dany juga memaparkan mengenai delapan akselerator yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun. Akselerator tersebut disusun untuk menyinergikan instrumen fiskal, moneter, industri, dan perdagangan dalam satu kerangka kebijakan yang komprehensif.

Sebagai wujud penguatan tata kelola, Dany mengusulkan pembangunan Dashboard Publik Industrialisasi, yaitu sebuah instrumen transparansi yang menampilkan data perkembangan investasi, penambahan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, hingga kemajuan penggunaan energi hijau.

Menurutnya, dashboard tersebut akan memungkinkan publik untuk memantau proses industrialisasi secara real-time, sehingga meningkatkan partisipasi dan pengawasan masyarakat.

“Transparansi adalah prasyarat utama agar industrialisasi tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi agenda nasional,” tegas Dany.**

Pos terkait