Laporan wartawan sorotnews.co.id : Nengsih.
JAKARTA – Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah, menggelar rapat koordinasi dengan Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri RI, Iwan Kurniawan, guna membahas sejumlah agenda strategis terkait pembangunan di Kabupaten Lebak.
Rapat yang berlangsung di kantor Kemendagri tersebut menyoroti dua fokus utama, yaitu pengembangan kawasan Agro Wisata Cikapek serta pelaksanaan program Local Service Delivery Program (LSDP) di sektor pengelolaan sampah.
Dalam keterangannya, Amir Hamzah menyampaikan bahwa Kabupaten Lebak ditunjuk sebagai salah satu dari lima daerah pilot project nasional untuk program pengelolaan persampahan terpadu. Penunjukan ini diberikan karena Lebak dinilai telah memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan administratif serta teknis sebagai daerah pelaksana.
“Dengan kepercayaan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kabupaten Lebak sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Wakil Bupati H. Amir Hamzah.
Sementara itu, Direktur PEIPD Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa pelaksanaan program LSDP akan dimulai setelah dokumen administrasi antar-kementerian rampung ditandatangani. Ia menambahkan, tahapan awal meliputi proses review teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna memastikan infrastruktur pengelolaan sampah yang dibangun memenuhi standar kelayakan nasional.
“Kami akan memastikan seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga pembangunan, dilakukan sesuai standar yang berlaku. Dengan kerja sama lintas sektor ini, diharapkan kualitas pengelolaan sampah di daerah-daerah pelaksana dapat meningkat signifikan,” jelas Iwan.
Program LSDP sendiri merupakan inisiatif lintas kementerian untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pelayanan publik, khususnya di bidang pengelolaan sampah dan infrastruktur dasar. Lewat kerja sama ini, Kabupaten Lebak diharapkan mampu menjadi model daerah yang berhasil dalam manajemen persampahan berbasis komunitas dan teknologi ramah lingkungan.
Dengan terlaksananya koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Lebak menunjukkan keseriusannya dalam membangun wilayah yang berkelanjutan melalui peningkatan layanan dasar, khususnya di sektor kebersihan dan lingkungan.**








