Warga Desa Kletek Keluhkan Bau Menyengat Dari Peternakan Ayam BUMDes Tawangsari

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SIDOARJO, JATIM — Warga Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari peternakan ayam milik BUMDes Tawangsari. Gangguan kenyamanan tersebut disebut semakin terasa terutama pada malam hari dan saat cuaca lembap, sehingga memicu protes warga yang terdampak langsung oleh polusi udara itu.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Kapolsek Taman Kompol Kanisius Franata turun langsung melakukan mediasi dengan menggelar pertemuan antara warga, perangkat desa, serta pengelola BUMDes Tawangsari. Dialog digelar secara terbuka di Balai Desa Kletek, Kamis (4/12/2025).

“Kami hadir sebagai mediator untuk memastikan komunikasi berjalan baik antara warga dan pengelola,” tegas Kompol Kanisius.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama mediasi adalah mencari solusi terbaik agar kondisi lingkungan kembali nyaman tanpa mematikan aktivitas usaha peternakan yang menjadi sumber ekonomi desa. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan mereka secara langsung mengenai intensitas bau yang semakin mengganggu.

Sementara itu, pihak BUMDes Tawangsari menyatakan kesiapan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola manajemen peternakan. Evaluasi tersebut meliputi: Perbaikan sistem pengelolaan limbah. Peningkatan kebersihan kandang. Penyesuaian frekuensi pembersihan lingkungan. Pembentukan forum koordinasi rutin bersama warga.

Pengelola juga membuka ruang komunikasi berkala agar permasalahan serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Warga Desa Kletek menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari kepolisian yang memfasilitasi mediasi tersebut. Mereka berharap komitmen yang telah disepakati dapat segera direalisasikan sehingga lingkungan kembali nyaman.

Kompol Kanisius Franata menegaskan bahwa Polsek Taman akan terus melakukan pemantauan terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

“Kami siap memediasi kembali bila memang diperlukan. Yang terpenting, semua pihak tetap menjaga komunikasi dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya.**

Pos terkait