Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Perwakilan dari Yayasan Tirta Utomo dan Yayasan Uma Nusantara serta Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dan rombongan, Hari ini Sabtu 3 Mei 2025, bersama-sama hadir di Kampung adat Ruteng Puu.
Kehadiran mereka semua merupakan bagian dari rangkaian acara peresmian tiga buah rumah adat di kampung Ruteng Puu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, yang telah dibangun selama ini.
Masyarakat Ruteng Puu begitu antusias menerima kehadiran rombongan dari Yayasan Tirta Utomo dan Yayasan Uma Indonesia serta Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.
Terpantau acara dimulai dari, Penyambutan adat di Paang beo(Pintu masuk kampung), dilanjutkan penyambutan adat di Rumah Gendang(Rumah adat), selanjutnya acara pemotongan pita dan pemasangan pelakat rumah, Penandatanganan berita acara penyerahan rumah dari donatur kepada lembaga adat dan Serah terima kunci rumah juga Pembukaan pintu rumah sekaligus mengajak semua tamu masuk kedalam rumah.
Tokoh adat kampung Ruteng Puu, Sales Pil, dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yayasan Tirto Utomo, Yayasan Uma Nusantara dan Pemda Manggarai.
“Karena ada kerusakan Rumah Adat kami, ada tiga Rumah Adat kami yang diperbaiki. Untuk Yatasan Tirto Utama dan Yayasan Uma Nusantara, serta Pemda Manggarai, semoga dalam perjalanan niat baik bapak dan Ibu, selalu disertai Yang Maha Kuasa,” ujar Sales Pil.
Perwakilan Donatur Yori Antar, menyampaikan bahwa Yayasan Tirto Utama dan Yayasan Uma Nusantara bersama-sama telah membangun 2 (Dua) Rumah Adat di kampung Ruteng, yaitu Tirta Lopo Lawar dan Tirta Lopo Longor.
“Tentunya hari ini merupakan hari yang sangat yang luar biasa. kita hari ini berada di Rumah Adat yang sudah dibangun Yayasan Tirto Utomo dan Yayasan Uma Nusantara. Ada dua yang dibangun Yayasan Tirto dan Uma Nusantara serta satunya yang dibangun Pemkab Manggarai,” jelas Yori.
Yori mengatakan Yayasan Tirta Utamo dan Uma Nusantara sudah banyak membantu pembangunan Rumah Adat, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Yayasan kami sudah ada di mana-mana untuk membantu membangun Rumah Adat, tentunya tradisi budaya yang ada dapat membimbing kita ke masa depan,” ungkap Yori.
Bupati Manggarai Hery Nabit dalam sambutannya, mengatakan bahwa niat baik dari Pak Yori dari Yayasan Tirto Utomo dan Uma Nusantara, telah membawa hasil baik, karena hari ini beberapa Rumah Adat, di kampung Ruteng, telah dibangun.
“Kami hadir dengan 20 Lurah di Kecamatan Langke Rembong, 20 Kelurahan, rata-rata miliki Rumah Adat yang bisa dibangun juga. Setiap niat baik itu akan dipertemukan dengan orang-orang baik. Kita bersyukur ada banyak pihak yang tergerak untuk bangun budaya yang ada di Kabupaten Manggarai,” kata Bupati Hery.
Tak lupa Bupati Hery menyampaikan terimakasih kepada pak Yori dari Yayasan Tirto Utama dan Uma Nusantara, yang sudah memilih kampung Ruteng Pu’u, menjadi sasaran dari program mereka dalam pembangunan Rumah Adat, di seluruh Nusantara di tahun 2025 ini.
“Terima kasih untuk pak Yori dari Yayasan Tirto Utama dan Uma Nusantara yang tetap memperhatikan Rumah Adat yang ada di Kabupaten Manggarai, walaupun kita tau mereka membangun Rumah Adat di seluruh Indonesia, tetapi mereka tetap memilih kampung Ruteng juga, sepanjang ada komunikasi baik, setiap kekurangan akan dicarikan jalan keluarnya,” sebut Bupati 2 periode itu.
Ke depan menurut Bupati Hery, akan ada pelatihan penguatan kapasitas kelembagaan adat untuk menjadi kawasan wisata yang lebih baik lagi.
“Untuk ditunjuk menjadi kawasan wisata, banyak hal juga yang bisa penuhi. Untuk kelembagaan kita bisa belajar di wilayah kita, ada kampung Wae Rebo yang sudah berjalan. Maka kita bisa mengundang lembaga adat di Wae Rebo, untuk bisa membagi ilmu mereka ke kita di sini,” tegasnya.
“Untuk yang belum dibangun, dalam 4 tahun ke depan kita bisa pelan-pelan memulai untuk membangun,” tambahnya.
Terpisah perintis pembangunan rumah adat di Kampung Ruteng Puu Flory Santosa Nggagur menyampaikan ucapan trimakasih kepada semua pihak baik dari Yayasan Tirto Utama dan Yayasan Uma Nusantara, Maupun Pemda Manggarai.
Kebersamaan membangun ketiga rumah adat ini merupakan hasil kerjasama semua pihak. Tentunya dengan semangat yang sama yaitu ingin menjaga warisan budaya kita dengan baik.
“Tugas belum selesai karena rumah adat ini yang telah ada sebanyak 6 buah dari 11 rumah adat yang telah direncanakan. Semoga kedepan niat kami akan terwujud,” tutur pria yang biasa disapa Flory ini.











