Laporan wartawan sorotnews.co.id : Rico Ananta.
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba atas kinerja mereka dalam pengungkapan kasus-kasus besar narkotika. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah misi bersama bangsa dan negara yang tidak boleh ditawar, dengan prinsip zero tolerance atau tanpa toleransi sedikit pun terhadap pelaku dan jaringan narkotika.
“BNN dan juga Desk mampu membuktikan bahwa dengan integritas, keberanian, dan kerja sama lintas sektor, kita bisa melawan,” ujar Menko Polhukam Budi Gunawan yang disampaikan oleh Sekretaris Kemenko Polhukam Letjen TNI Mochammad Hasan dalam Konferensi Pers di Kantor BNN, Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Konferensi pers ini digelar dalam rangka pengungkapan jaringan narkotika oleh BNN yang dikoordinasikan bersama Desk Pemberantasan Narkoba.
Selama periode 23 Juni hingga 26 Juli 2025, BNN berhasil mengungkap 84 laporan kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, 136 tersangka telah diamankan. Barang bukti narkotika yang berhasil disita mencakup: Ganja: 219.819,53 gram, Sabu: 337.381,05 gram, Ekstasi: 3.152 butir, Kokain: 3.089,36 gram, Ganja sintetik: 40,86 gram.
Menko Polhukam menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat dari bahaya narkoba, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
“Presiden telah menegaskan: tidak ada tempat untuk narkoba di Tanah Air. Ini adalah panggilan tugas, perintah konstitusional, yang harus kita laksanakan bersama dengan penuh tanggung jawab dan keberanian,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau Polri, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa—dari pemerintah pusat hingga masyarakat akar rumput.
“Perang terhadap narkoba adalah perjuangan untuk menyelamatkan masa depan generasi. Jika kita lengah, kita mempertaruhkan masa depan anak-anak kita,” ujar Budi Gunawan.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan, pelaku industri, media, dan keluarga, untuk aktif berkontribusi dalam memutus rantai peredaran narkoba yang semakin kompleks dan terorganisir.
Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mewaspadai tren baru dalam penyelundupan narkoba, khususnya jenis kokain yang diselundupkan oleh warga negara asing.
“Ada satu kasus penting: penyelundupan narkotika jenis kokain seberat lebih dari 3 kilogram oleh warga negara Brasil. Ini menunjukkan tren penyelundupan kokain ke Indonesia semakin masif,” jelas Marthinus.
Ia menegaskan bahwa BNN akan memperketat pengawasan terhadap barang dan orang yang masuk dari luar negeri melalui kerja sama lintas instansi dan penguatan sistem deteksi dini di berbagai titik masuk negara.
Selain itu, Kepala BNN juga mengimbau para pelaku sektor pariwisata untuk tetap menunjukkan keramahan sebagai ciri khas Indonesia, namun tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan sektor tersebut oleh jaringan narkoba internasional.
“Ancaman narkotika bersifat dinamis dan transnasional. Maka dibutuhkan sinergi, kewaspadaan berlapis, dan penegakan hukum yang berkelanjutan,” tegasnya.
Penegakan hukum yang tegas terhadap seluruh bentuk kejahatan narkotika, menurut pemerintah, adalah bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional. Menko Polhukam menegaskan bahwa tidak ada ruang kompromi terhadap kejahatan narkotika dalam bentuk apapun.
“Negara harus hadir dengan tegas. Aparat tidak boleh ragu. Inilah bukti nyata bahwa negara bertindak dan tidak tinggal diam,” pungkas Budi Gunawan.
Pengungkapan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga serta meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba sebagai ancaman serius terhadap generasi penerus bangsa.**








