Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan resmi mengirimkan sejumlah karya kerajinan tangan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk ditampilkan dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) 2025, yang akan digelar pada 8–10 Agustus 2025 di Aloha Pasir Putih PIK 2, Jakarta Utara.
Keikutsertaan Rutan Pekalongan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61, dan menjadi wujud nyata dari implementasi program pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.
Produk yang dikirimkan ke IPPA Fest 2025 adalah hasil kerajinan tangan WBP yang menggunakan bahan daur ulang seperti kertas dan koran bekas, yang kemudian dibentuk menjadi berbagai miniatur dan karya dekoratif, seperti : Miniatur mobil, becak, dan kuda; Asbak dan wadah multifungsi; Beragam hiasan bernilai estetika.
Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari pelatihan dan pembinaan rutin yang difasilitasi oleh Rutan Pekalongan dalam rangka menumbuhkan keterampilan, kemandirian, serta kepercayaan diri para warga binaan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan bahwa partisipasi dalam IPPA Fest merupakan bentuk dukungan terhadap program reintegrasi sosial melalui pendekatan produktif dan positif.
“IPPA Fest menjadi ajang unjuk karya sekaligus membuktikan bahwa kreativitas tidak bisa dibatasi oleh tembok. Kami ingin masyarakat melihat bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkarya dan menjadi mandiri setelah bebas nanti,” ujar Nanang.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam festival ini tidak hanya memberikan ruang apresiasi terhadap hasil karya WBP, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan untuk membekali mereka keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan wirausaha.
IPPA Fest 2025 sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan karya-karya terbaik dari warga binaan di seluruh Indonesia. Event ini mengusung semangat keterbukaan, kreativitas, dan kemandirian, sekaligus menjadi sarana promosi produk-produk hasil binaan pemasyarakatan yang memiliki nilai seni, edukasi, dan ekonomi.
Melalui festival ini, publik diharapkan dapat melihat potensi besar warga binaan sebagai bagian dari masyarakat yang produktif, serta mendukung upaya reintegrasi sosial melalui penerimaan karya dan kontribusi mereka.
Rutan Pekalongan berharap partisipasi ini dapat membuka jalan lebih luas untuk pemasaran produk WBP dan memperkuat upaya pembinaan berkelanjutan yang berdampak langsung pada pemulihan sosial para narapidana.**











