Laporan wartawan sorotnews.co.id : Edward Simanungkalit.
PEMATANGSIANTAR, SUMUT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bane Raja Manalu, menggelar sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat Siantar–Simalungun di Wisma Sopo Siantar, Jalan Durian, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, Senin (23/02/2026) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut terselenggara bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pematangsiantar sebagai salah satu bank penyalur KUR. Sekitar 200 peserta hadir dalam kegiatan itu, terdiri dari pelaku usaha mikro, kelompok tani, pedagang kecil, serta perwakilan karang taruna dari wilayah Siantar dan Simalungun.
Dalam sambutannya, Bane Raja Manalu menegaskan pentingnya KUR sebagai akses pembiayaan bersubsidi bagi pelaku usaha yang selama ini mengalami kendala permodalan.
“Program KUR hadir dengan bunga bersubsidi dan persyaratan yang lebih ringan. Warga Siantar–Simalungun harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat usaha tanpa terbebani pinjaman berbunga tinggi,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga mengajak perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk turut menyosialisasikan program tersebut agar tepat sasaran dan dimanfaatkan secara produktif oleh pelaku usaha.
Perwakilan BRI Cabang Pematangsiantar memaparkan secara rinci mekanisme pengajuan KUR tahun 2026, meliputi plafon pinjaman, jenis skema (KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Khusus), persyaratan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK) aktif, serta proposal atau keterangan usaha.
Petugas BRI juga menjelaskan simulasi angsuran serta ketentuan terkait agunan. Untuk plafon tertentu, KUR tidak memerlukan agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, ditegaskan bahwa tidak diperkenankan adanya pungutan biaya di luar ketentuan resmi.
Dalam kegiatan tersebut, BRI membuka pos konsultasi langsung guna membantu peserta memeriksa kelayakan awal pengajuan kredit serta memberikan edukasi agar dana KUR digunakan untuk kegiatan usaha produktif.
Sebagai salah satu bank Himbara penyalur KUR, BRI menegaskan komitmennya mempercepat layanan, termasuk melalui digitalisasi pengajuan dan pendampingan kepada debitur agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu peserta, seorang ibu muda pemilik usaha tenun ulos bermerek “Kevin Ulos” yang berdomisili di Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, membagikan pengalamannya sebagai penerima KUR BRI.
Ia menyampaikan bahwa perkembangan usahanya tidak terlepas dari dukungan pembiayaan KUR yang diterima.
“Usaha tenun ulos saya bisa berjalan dan berkembang berkat dorongan serta dukungan dari BRI Cabang Pematangsiantar melalui penyaluran KUR,” ujarnya.
Menutup acara, Bane Raja Manalu mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem kredit yang sehat, mulai dari ketepatan sasaran penerima, penggunaan dana sesuai peruntukan, hingga kelancaran pembayaran angsuran.
Ia juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendala atau indikasi praktik pungutan liar dalam proses pengajuan KUR, agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak perbankan dan otoritas terkait.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program KUR di wilayah Siantar–Simalungun, mendorong formalisasi usaha mikro, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.**











