Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

Baru Difungsikan, Atap Gedung SMAN 3 Pekalongan Ambruk

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Dua bangunan gedung baru SMA N 3 Pekalongan yang baru difungsikan dilaporkan ambruk. Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan atap ruangan kamar mandi dan toilet serta ruang perpustakaan sekolah rusak parah sehingga tidak bisa digunakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA N 3 Pekalongan, Moh Dulsalam, membenarkan bahwa kejadian atap bangunan gedung yang mabruk tersebut berlangsung secara tiba-tiba pada Jum’at 20 Febuari 2026 saat dirinya masih berada di ruang kerja.

“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Saat saya keluar, ternyata atap ruang perpustakaan yang berada di lantai dua ambruk. Yang pertama saya pastikan adalah apakah ada orang di dalam, dan alhamdulillah tidak ada korban,” katanya kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Dulsalam menjelaskan, dua bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi sekolah yang hampir rampung. Ia mulai menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah sejak serah terima pada 20 November 2025, saat pembangunan sudah memasuki tahap akhir.

Usai kejadian, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan atasan, termasuk Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, serta kepala sekolah sebelumnya yang memulai proyek tersebut. Tim teknis juga segera dihubungi untuk melakukan analisa penyebab ambruknya bangunan.

“Tim teknis kami minta melakukan kajian secara objektif. Jika nanti berdampak ke ruang lain, kami minta dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” jelasnya.

Menurut Dulsalam, dalam beberapa hari terakhir wilayah Pekalongan diguyur hujan deras disertai angin kencang. Namun demikian, penyebab pasti masih dalam tahap kajian. Dugaan sementara, atap bangunan menggunakan konstruksi multi-roof, namun akan dipastikan kembali apakah sesuai dengan spesifikasi teknis.

Proyek revitalisasi sekolah tersebut bersumber dari dana APBN melalui Kementerian Pendidikan dengan nilai anggaran sekitar Rp3,6 miliar dan dilaksanakan melalui skema swakelola oleh pihak sekolah.

Revitalisasi mencakup tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan serta kamar mandi, sementara bangunan lain merupakan gedung lama, sedangkna lokasi bangunan berada di lantai dua.

Meski yang ambruk adalah ruang perpustakaan dan kamar mandi, pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang berdekatan ke lokasi lain.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menyatakan pihaknya prihatin atas kejadian tersebut dan telah meminta sekolah segera mengamankan lokasi.

“Alhamdulillah gedung yang ambruk bukan ruang kelas, sehingga tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kami juga memastikan bahwa pihak yang melaksanakan pekerjaan bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki kembali,” kata Kusno.

Ia menambahkan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di masa mendatang. Berdasarkan informasi awal, konstruksi bangunan seharusnya menggunakan multi-roof, namun ditemukan penggunaan genteng yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi mempengaruhi kekuatan struktur.

Terkait aspek hukum, Kusno menjelaskan bahwa proyek revitalisasi tersebut dilaksanakan secara swakelola sesuai ketentuan, di mana sekolah bertindak sebagai pelaksana melalui panitia internal, bukan melalui kontraktor pihak ketiga.

“Untuk nilai kerugian, kami belum bisa menaksir secara keseluruhan. Yang jelas, panitia pelaksana di sekolah bertanggung jawab untuk menjelaskan dan menyelesaikan kembali,” tegasnya.**